Breaking News:

Berita Internasional

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat Berbahaya, Para Ahli Beri Peringatan

Komisi Narkotika PBB (CND) memutuskan menghapus ganja dari daftar obat-obatan berbahaya pada Rabu (2/12/2020).

hightime.com
Prof Raphael Machoulam, pelopor bidang penelitian obat dari tanaman ganja. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meskipun masih diwarnai kontroversi, namun Komisi Narkotika PBB (CND) memutuskan menghapus ganja dari daftar obat-obatan berbahaya pada Rabu (2/12/2020).

Dengan demikian tanaman ganja ini bisa berstatus legal untuk pengobatan.

Keputusan itu dianggap sejalan dengan berbagai temuan riset yang membuktikan bahwa ganja memang memiliki efek terapeutik.

Baca juga: Selamat Hari Disabilitas Internasional, Mendikbud Nadiem Makarim Ajak Hadirkan Pendidikan Inklusi

Baca juga: Daftar Hari Besar Nasional Bulan Desember 2020,  Hari Ibu, Hari Natal, Hari HAM Internasional

Dilansir dari Kompas.com, sebelum dilakukan pemungutan suara pada awal Desember ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan enam rekomendasi pada 2019 untuk meninjau ulang ganja beserta turunannya. Seperti diatur dalam The 1961 Single Convention on Narcotic Drugs.

Melansir Forbes (27/10/2020), adanya rekomendasi untuk meninjau ganja tersebut kemudian direspons dengan melakukan pertemuan di Wina, Austria pada awal Oktober 2020.

Terdapat perbedaan tipis dari hasil voting yang dilakukan PBB, yaitu 27/25.

Ilustrasi - Tanaman ganja
Ilustrasi - Tanaman ganja ((shutterstock))

Para pendukung penghapusan ganja dari daftar obat terlarang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

Masih ada penolakan

Negara-negara yang menolak ganja dijadikan sebagai obat medis adalah Cina, Mesir, Pakistan, Nigeria, dan Rusia.

Negara yang melakukan penolakan ini memiliki kekhawatiran terhadap bahaya dan penyalahgunaan fungsi ganja sebagai obat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved