Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi Kalsel Membaik di Triwulan III, Ternyata Didorong Persiapan Pilkada

Pertumbuhan ekonomi Kalsel kian membaik di triwulan III didorong belanja pemerintah meningkat sejalan denganpersiapan Pilkada 2020

Penulis: Mariana | Editor: Hari Widodo
ekoomi dan bisnis
Kepala KPw BI Kalsel, Amanlison Sembiring baru menerima 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pertumbuhan ekonomi kian membaik di triwulan III didorong belanja pemerintah meningkat sejalan dengan penyaluran stimulus fiskal persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI), Amanlison Sembiring mengatakan, gelaran pilkada menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan III.

Selain itu, kelanjutan proyek pembangunan pemerintah yangg sempat tertunda akibat Covid-19 juga jadi faktor pendorong.

"Pembangunan proyek yang dimulai pada triwulan III 2020 yakni RS Pratama Kutarangin di Kalteng), dan pengembangan Kantor Gubernur Kalbar," jelas Amanlison Sembiring kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (5/12/2020).

Baca juga: Jadi yang Terbaik, Bank Mandiri Syariah Raih Dua Penghargaan Ini dari Bank Indonesia

Baca juga: Baznas Kalsel Kerja Sama Bank Indonesia Beri Pelatihan Pelaku UMKM dan Gerobak Saudagar

Baca juga: Ini Alasan Gubernur BI Membangun Gedung Megah Bank Indonesia di Palangkaraya

Senada, Konsumsi rumah tangga (RT) dan Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) meningkat meski masih mengalami kontraksi seiring pelonggaran kebijakan PSBB dan dimulainya pola hidup era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan penyaluran bansos oleh Pemerintah Daerah (Pemda) yg berlanjut, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang meningkat.

Di sektor investasi kontraksi lebih dalam diakibatkan investasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang terkendala teknis engineering dan mobilitas tenaga kerja, tercermin dari data penjualan semen yang turun. 

Meski demikian kontraksi investasi lebih dalam tertahan oleh pengerjaan kembali beberapa proyek investasi yang dibiayai dan memerlukan tenaga ahli dari Cina PT WHW di Kalbar serta pembangunan infrastruktur lainya yaitu Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, dan Pos lintas batas negara (PLBN) di Kaltara.

"Ekspor mengalami kontraksi lebih dalam dari triwulan sebelumnya sebelumnya diakibatkan pelemahan ekspor batubara dari Cina sejalan
pembatasan kuota impor, didorong optimalisasi kapasitas batubara domestik dan kecukupan stockpile," paparnya.

Sedangkan ekspor CPO secara volume masih mengalami penurunan, meski secara value meningkat didorong peningkatan harga.

Baca juga: Tiga ASN Tabalong Ini Raih Untung, Menangkan Motor Hadiah Undian Tabungan Simpeda KPE Bank Kalsel

Impor mengalami kontraksi lebih dalam diakibatkan pelemahan impor barang modal sejalan kinerja Investasi yang terkontraksi.

Meski demikian, kontraksi lebih dalam tertahan kinerja impor barang konsumsi mengalami peningkatan sejalan peningkatan Konsumsi rumah tangga. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved