Penanganan Covid 19
Tim Pakar ULM Akui Potensi Ledakan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun Sulit Dihindari, Begini Sarannya
Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional cenderung meningkat di Bulan Nopember dan tren lonjakan kasus berlanjut di Bulan Desember.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 nasional cenderung meningkat di Bulan Nopember dan tren lonjakan kasus berlanjut di Bulan Desember.
Menurut Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE., MSI., Pg.D, hal serupa juga terjadi di Kalsel.
Bahkan Ia memprediksi akan ada ledakan jumlah kasus di penghujung Tahun 2020 ini di Kalsel.
Tak cuma mengira-ngira Ia mengemukakan beberapa dasar dari prediksinya tersebut dari data-data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19.
Baca juga: 39 Pejabat Kejaksaan Dirotasi, Jaksa Agung Ganti Kapuspenkum dan Sejumlah Kajati
Baca juga: Reaksi Anji Manji Imbas Namanya Disinggung Lutfi Agizal, Dunia Manji : Sini Ketemu
Baca juga: Mensos Juliari P Batubara Terancam Hukuman Mati, Begini Modusnya Dalam Kasus Suap Bansos Covid
Diantaranya, tambahan kasus baru penduduk yang terinfeksi Covid-19 selama 5 hari pertama di bulan Desember ini adalah sebanyak 338 kasus, lebih tinggi 2 kali lipat dibandingkan dengan tambahan kasus baru pada 5 hari pertama bulan November.
Rata-rata pertumbuhan kasus baru 1-5 Desember ini adalah sebanyak 68 kasus per hari, lebih besar 1,6 kali lipat dibandingkan rata-rata pertumbuhan kasus baru bulan Nopember.
Ia menilai momen Pilkada dapat menjadi sumber klaster baru.
Pasalnya, kultur perilaku disiplin masyarakat menurutnya rendah sehingga tempat pemungutan suara dapat menjadi media penyebaran virus Corona di mana potensi ledakan dapat terjadi mulai minggu ketiga dan keempat bulan Desember.
"Liburan panjang akhir tahun juga merupakan sarana impor bibit virus Corona dari luar daerah ke Kalsel," bebernya.
Apalagi, dari analisanya didapati jumlah tes swab PCR yang dilaksanakan relatif masih rendah, sedangkan positive rate tinggi sehingga jika jumlah tes swab ditingkatkan kemungkinan besar jumlah kasus baru yang terdeteksi akan bertambah banyak.
"Kemungkinan potensi ledakan sulit dihindari karena pusat sudah memutuskan pilkada tetap berjalan di masa pandemi, liburan panjang tetap ada, dan mobilitas penduduk tidak dikendalikan," lanjutnya.
Karena itu, Ia menyarankan masyarakat melakukan sederet langkah untuk menekan potensi tertular Covid-19.
Pertama dengan tetap berada di rumah saja (stay at home), melakukan pekerjaan dari rumah (work from home), memenuhi kebutuhan keluarga dan bersosialisasi dari rumah dengan menggunakan sarana digital.
Jika tidak ada pilihan kecuali harus keluar rumah karena pekerjaan atau hal lainnya, maka terapkan protokol kesehatan yang ketat dan 3M.
Jaga jarak dan hindari kerumunan apalagi acara-acara dalam ruangan.
Jika terpaksa berada di dalam ruangan, maka jangan sampai membuka masker, pastikan ada sirkulasi udara yang baik dan segera keluar begitu sudah selesai urusan pekerjaan.
Kedua, berusaha mengisi waktu di rumah dengan kegiatan-kegiatan positif, kegiatan menambah ilmu dan kegiatan ibadah untuk menghindari kebosanan (cabin fever).
"Memelihara imun dengan makanan yang bergizi, higienis dan halal, serta memperkuat keimanan pada Tuhan yang maha esa juga penting," kata Muttaqin.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)