Berita Banjarmasin

Buka di Masa Pandemi, Armani Pyramid Suites Banjarmasin Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Satgas Penanganan Covid-19 bolehkan THM Armani Pyramid Suites Banjarmasin buka asalkan terapkan protokol kesehatan dan bila tidak akan diberi sanksi.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Arie Soleh Mulia, Direktur Armani Pyramid Suites, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak kurang lebih satu bulan terakhir Tempat Hiburan Malam ( THM) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali beroperasional setelah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 setempat. 

Pengelola THM di Kota Seribu Sungai diperbolehkan kembali beroperasional, namun tentunya dengan catatan harus menerapkan Protokol Kesehatan yang sangat ketat.

Terkait dengan hal ini, manajemen Armani Pyramid Suites pun memastikan bahwa pihaknya pun sudah menerapkan Protokol Kesehatan.

Sebelum masuk, pengunjung diminta untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dengan sabun di tempat yang sudah disiapkan. Kemudian pengunjung diminta untuk masuk ke dalam bilik desinfektan.

Selanjutnya, para pengunjung akan dites suhu badannya dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan kemudian diminta untuk menggunakan hand sanitizer.

"Dari awal kita buka karaoke di Armani, kami sudah menerapkan Protokol Kesehatan tersebut," ujarnya Direktur Armani Pyramid Suites, Arie Soleh Mulia.

Baca juga: Ditipu Oknum ASN DLH Banjarmasin, Korban Tuntut Uangnya Kembali  

Baca juga: Ambulans RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Bertambah Satu Unit

Baca juga: VIDEO Polresta Banjarmasin Menggelar Rapid Test yang Diikuti 400 Anggota

Baca juga: Pengeluaran Dana Kampanye Pilwali Banjarmasin 2020, Hj Ananda-Mushaffa Zakir Paling Banyak

Baca juga: Dukung Penanggulangan Covid-19, KRI Mandau-621 Salurkan Ratusan APD ke Lanal Banjarmasin

Tidak hanya bagi pengunjung, seluruh karyawan juga menerapkan Protokol Kesehatan agar tidak terjadi penularan di tempat kerja.

"Jadi, karyawan kami mengenakan masker, face shield dan juga sarung tangan. Karyawan juga dilakukan pemeriksaan berupa rapid test per satu bulan sekali. Apabila ditemukan karyawan yang reaktif akan langsung dirumahkan dan dilakukan swab hingga hasilnya keluar, kalau hasilnya negatif bisa kembali bekerja," jelasnya.

Dia menambahkan, meskipun di masa Pandemi Covid-19 seluruh tempat usaha seperti perhotelan dan tempat hiburan mengalami penurunan omset yang begitu signifikan, pihaknya terus berupaya agar tidak terjadi PHK.

Disinggung mengenai tingkat kunjungan selama adanya Pandemi Covid-19, Arie menerangkan memang masih belum normal.

"Kamikan punya room sebanyak 30 buah, tapi di masa Pandemi ini hanya membuka 15 dan itu juga tidak pernah penuh. Bahkan tidak ada sama sekali. Untuk pengunjung, kami batasi. Room yang menampung 10 orang, hanya dibolehkan untuk 6 orang," tukasnya.

Sementara itu juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi, mengingatkan kepada semua pengelola THM untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan saat beroperasional.

Bahkan jika terbukti melanggar, Surat Peringatan (SP) pun tak segan-segan dilayangkan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Karena, akan pengawasan yang dilakukan secara diam-diam, untuk mengawasi operasional THM di tengah Pandemi. "Silakan buka, tapi pelaksanaanya tetap taat Protokol Kesehatan," tegasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved