Breaking News:

Berita Kriminal

Fakta Lengkap Kasus Mutilasi di Bekasi, Pelaku Kerap Dicabuli Korban Berkali-kali

Kasus mutilasi Kota Bekasi belakangan bikin heboh. Pelakunya adalah seorang remaja yang mengaku kerap dicabuli korban

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kediaman pelaku mutilasi di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pelaku merasa kesal karena kerap dilecehkan oleh korbannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus penemuan mayat dimutilasi di Kota Bekasi belakangan bikin heboh. Belakangan terungkap pelakunya adalah seorang remaja inisial A (17) yang bekerja sebagai manusia silver.

Polisi menangkap pelaku mutilasi di dekat rumahnya kawasan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (9/12/2020) dini hari.

Terungkap motif dari aksi keji A. Ternyata dia sakit hati lantaran kerap dicabuli oleh korban berinisial DS (24).

Baca juga: Menang Versi Hitung Cepat di Pilkada Tanahbumbu 2020, Inilah Biodata Zairullah-Rusli

Baca juga: Hasil Pilkada Kalteng 2020 Real Count KPU, Sugianto Sabran-Edi Pratowo Unggul Sementara 51,7 Persen

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, aksi pencabulan itu terjadi beberapa bulan setelah mengenal korban pada Juni 2020.

Pelaku merupakan salah satu warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Dalam kesehariannya, pelaku diketahui bekerja sebagai manusia silver dan pengamen.

"Karena pelaku ini bekerja pengamen bertemu (korban) di situ (kendaraan umun). Perkenalan di sana, kemudian ketemu lagi pada Juli 2020 pada saat pelaku ulang tahun," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (10/11/2020).

Pertemuan keduanya itu terjadi di kontrakan pelaku yang juga menjadi lokasi mutilasi. Di sana pelaku dicabuli oleh korban.

Pelaku diimingi dan diberikan uang Rp 100.000 untuk setiap kali melakukan tindakan asusila.

Namun nominal uang yang diterima pelaku dari korban terus berkurang sampai dengan tak diberikan.

"Timbul kapan (pelaku) melakukan (mutilasi) korban ini sudah sejak empat hingga lima kali ditiduri korban dengan dasar pertama kasar dan beberapa kali tidak dibayar," kata Yusri.

Halaman
1234
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved