Breaking News:

Berita Banjarmasin

Fokus Penggunaan Dana Desa di 2021 Berubah, BLT Dana Desa Tetap Digelontorkan Tahun Depan

Fokus prioritas penggunaan dana desa di Tahun 2021 termasuk di 1.864 desa yang ada di Kalsel akan berubah dibanding tahun-tahun sebelumnya

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Direktur Pengembangan Sumber Daya dan LH, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Dwi Rudi Hartoyo (kanan) bersama Kadis PMD Kalsel, Zulkifli mensosialisasikan Permen Desa PDT Transmigrasi Nomor 13 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Fokus prioritas penggunaan dana desa di Tahun 2021 termasuk di 1.864 desa yang ada di Kalsel akan berubah dibanding prioritas penggunaan dana desa yang sudah dilaksanakan di tahun-tahun sebelumnya

Perubahan ini menyusul terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Priotitas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Dwi Rudi Hartoyo hadir langsung mensosialisasikan Permen baru ini kepada para pendamping dan kepala desa di Kalsel, Kamis (10/12/2020).

Berlokasi di Hotel Rattan Inn, Jalan A Yani kilometer 6, Banjarmasin, Kalsel, Rudi memaparkan mulai Tahun 2021, fokus prioritas penggunaan dana desa akan didasari pada prinsip pembangunan berkelanjutan. 

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Desa Kambiyain Masuk Tahap Penyidikan, Kejari Balangan Kirim SPDP ke KPK

Baca juga: Dana Desa untuk Kegiatan Tanggap Covid-19 di Kabupaten Tala Difokuskan pada Tiga Bidang

Baca juga: Realisasi BLT Dana Desa di Kalsel Capai Rp 366 Miliar, Terbesar Kabupaten Banjar

"Kepala desa dan pendamping ini dikenalkan dengan pembangunan berkelanjutan. Desa-desa ini diharapkan nanti kedepan lebih banyak memiliki visi-misi yang kuat terkait dengan capaian yang nanti diterapkan," kata Rudi. 

Sehingga kata dia, pembangunan desa-desa bisa lebih terarah sesuai sasaran visi-misi masing-masing desa dan tidak hanya sekedar pembangunan yang terkesan sporadik dan tidak terkonsep.

Apalagi kata Rudi, dana desa saat ini juga sudah menjadi salah satu instrumen pembangunan nasional. Sehingga diharapkan pembangunan desa-desa bisa berperan juga dalam pembangunan kabupaten bahkan provinsinya masing-masing. 

Meski ada perubahan fokus dalam penggunaannya, namun Rudi memastikan di Tahun 2021 alokasi dana desa untuk bantuan langsung tunai (BLT) seperti di Tahun 2020 masih akan berlanjut. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel, Zulkifli menambahkan, dalam Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) yang diterimanya menunjukkan besaran dana desa untuk Kalsel di Tahun 2021 tak berubah signifikan dari segi jumlah dibanding Tahun 2020.

"Saya kemarin baru menerima DIPA kurang lebih setengah bulan lalu, jumlahnya tidak terlalu jauh berbeda sekitar Rp 1,5 triliun sekian. Pembagian per desa juga tidak terlalu berbeda masing-masing antara Rp 600 juta sampai Rp 800 juta per desa,"  bebernya.

Sedangkan terkait besaran BLT dana desa Tahun 2021, Zulkifli mengaku masih menunggu koordinasi dengan Pemerintah Pusat. 

Ia memperkirakan akan ada perubahan format penyaluran BLT dana desa di Tahun 2021. 

Baca juga: VIDEO Sidang Korupsi Dana Desa, JPU Hadirkan 2 Saksi di PN Tipikor Banjarmasin

"Bocoran yang saya terima, BLT tetap dilaksanakan seperti 2020. Hanya jumlahnya agak berbeda. Di 2020, 3 bulan pertama Rp 600 ribu, kemudian 3 bulan selanjutnya Rp 300 ribu per KK orang miskin. 2021 direncanakan bocorannya sekitar Rp 200 ribu per KK, tapi penuh selama 12 bulan," kata Zulkifli. 

Meski belum dipastikan, menurutnya Pemerintah terus melakukan pembekalan-pembekalan termasuk kepada para pendamping desa agar pada pelaksanaan dana desa Tahun 2021 tak muncul persoalan-persoalan. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved