Pilkada Kalsel 2020

Partisipasi Pemilih di Pilkada Banjarmasin Turun, Komisioner KPU Banjarmasin Sebut Hanya 55 Persen

Partisipasi di Pilkada Banjarmasin 2020 turun, hanya sekitar 50 hingga 55 persen saja partisipasi masyarakat untuk memilih

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Komisioner KPU Banjarmasin, M Syafrudin Akbar.   

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Partisipasi pemilih dalam Pemilu Serentak 2020 di Banjarmasin sepertinya mengalami penurunan.

Pasalnya di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS), jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya tidaklah 100 persen.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin, M Syafrudin Akbar pun tak menampik terjadinya penurunan partisipasi pada Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan Rabu (9/12/2020).

"Dari data sementara, hanya sekitar 50 hingga 55 persen saja partisipasi masyarakat untuk memilih," ujarnya.

Baca juga: Hanya 55 Persen, Ketua DPRD Kalsel Soroti Partisipasi Pemilih di Pilkada Kalsel 2020 

Baca juga: Partisipasi Pemilih Kurang pada Pemilu Silam, Tiga Kecamatan di Tala Prioritas Penyuluhan Politik

Syafrudin Akbar pun mencontohkan di beberapa TPS bahkan di dalam kota, ada yang jumlah pemilihnya hanya sekitar 50 persen yang menggunakan hak pilihnya.

"Malah yang di kawasan komplek elit hanya sekitar 50 persennya saja, kalau yang di daerah pinggiran di atas 50 persen," katanya.

Ditanya mengenai penyebab penurunan tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tersebut, Syafrudin Akbar pun memperkirakan karena berbagai faktor.

"Mungkin karena kondisinya sedang pandemi Covid-19, dan kebetulan juga saat berlangsungnya pemungutan suara cuacanya juga hujan deras. Kemudian bisa juga dikarenakan ada kesibukan pekerjaan, sementara jadwal mencoblos sudah ada di surat undangan," jelasnya.

Baca juga: Kunjungi Sekretariat KPU, Bupati Tapin Berharap Partisipasi Pemilih di Pilgub Kalsel Tinggi

Turunnya tingkat partisipasi pemilih ini, diakui Syafrudin Akbar pun nantinya akan berpengaruh terhadap pasangan calon (paslon) yang terpilih.

"Partisipasi masyarakat menurun atau yang menggunakan hak pilihnya sedikit, akan berpengaruh terhadap legitimasi pemimpin. Karena tidak mencapai target yang ditentukan. Kalau misalnya di atas 70 atau 75 persen mungkin masih lumayan," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved