Breaking News:

Berita HSS

Sekolah Direhab, SMPN 1 Loksado Lakukan Belajar Tatap Muka Bergiliran

Belajar tatap muka untuk SD dan SMP di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bakal digelar mulai 4 Januari 2021 mendatang.

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Dok BPost
Siswa SMPN 1 Loksado, Kecamatan Loksado Hulu Sungai Selatan, sebelum masa pandemic covid 19. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Belajar tatap muka untuk SD dan SMP di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bakal digelar mulai 4 Januari 2021 mendatang.

Namun, rata-rata siswa belajar di sekolah hanya dua jam, dan mata pelajaran pokok saja yang diajarkan secara tatap muka.

Untuk itu, sekolah-sekolahpun menyatakan sudah menyiapkan protokol kesehatan, termasuk teknis belajarnya.

Seperti dinyatakan Kepala Sekolah SMPN 1 Loksado Artani.  Meski saat ini sedang dilakukan rehab sejumlah ruang kelas, Artani menyatakan sudah menyusun rencana jam belajar.

Baca juga: Orangtua Murid di Tanahbumbu Bikin Surat Pernyataan Agar Anaknya Bisa Belajar Tatap Muka di 2021

Baca juga: VIDEO Jika Zona Merah, Disdikbud Kalsel Tegas Tak Akan Rekomendasikan SMA/SMK Belajar Tatap Muka

“Masih ada tiga ruangan yang bisa dipakai untuk belajar. Tapi terpaksa di atur beberapa sesi, karena ruang kelas tak mencukupi dan harus menjaga jarak,”katanya kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (14/11/2020).

Dijelaskan, total siswa di SMPN 1 LOksado ada 218 orang, terdiri kelas VII dan IX. Normalnya, ada delapan ruang kelas, dengan jumlah per kelas rata-rata 30 orang.

“Teknis pembagian jumlah siswa per sesi, masih kami susun pengaturannya,”kataya.

Mengenai rencana sekolah tatap muka itu, Artani menyatakan akan  mengajak para orang tua untuk rapat, pada 21 Desember mendatang.

“Tanggal itu, sekalian jadwal membagi raport. Sekalian kami sosialisasikan ke orangtua siswa,”katanya.

Baca juga: Belajar Tatap Muka, Disdikbud Kalsel Sebut Hanya untuk Sekolah di Zona Hijau dan Kuning

Disebutkan, sebelumnya pihaknya juga sudah menyosialisasikan terkait rencana belajar tatap muka tersebut, dengan penerapan protokol ksehatan yang ketat bersama komite sekolah.

“Komite sekolah mendukung, karena para orang tua juga menginginkan anak-anak mereka kembali ke sekolah, agar kegiatan mereka lebih terkontrol,”kata Artani. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved