Breaking News:

Pilkada 2020

Selisih Suara Kecil, 62 Daerah Berpotensi Ajukan Sengketa Pilkada ke MK, Kalsel Salah Satunya

Sebanyak 62 dari 216 daerah yang menggelar Pilkada berpotensi mengajukan sengketa Pilkada 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Gambar Daftar Paslon Peserta Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel di salah satu TPS di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hasil penghitungan suara yang menunjukkan selisih kecil mewarnai hitung cepat Pemilihan Kepala Daerah Langsung (Pilkada) 2020. Pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pun dipastikan cukup banyak.

Hal itu seperti diprediksi Lembaga Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif. Lembaga ini memprediksi 62 dari 216 daerah yang menggelar Pilkada berpotensi mengajukan sengketa Pilkada 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dari sejumlah daerah, tiga Provinsi yakni pemilihan gubernur (Pilgub) di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Jambi paling berpotensi.

Koordinator Harian Kode Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana mengungkapkan dalam webinar bertajuk 'Penggunaan Sirekap dan Siwaslu dalam Penyelesaian Sengketa Hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi', Senin (14/12/2020).

Baca juga: Hitung Cepat KPU untuk Pilkada Banjarbaru Sudah 100 Persen, Aditya-Wartono Unggul 39.3 Persen

Baca juga: VIDEO Kalah di Pilkada Balangan 2020, Ansharuddin Legowo, Siap Hantar Abdul Hadi hingga Pelantikan

"Ada 62 daerah yang sangat potensial akan mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi," kata Ihsan.

Ihsan mengatakan, prediksi ini didapati dari pengukuran melalui ambang batas selisih suara yang tidak melebihi 2 persen dan temuan-temuan masalah di lapangan.

Jika dirincikan, setidaknya sembilan Kota dari 37 pemilihan wali kota dan wakil wali kota sangat potensial untuk mengajukan sengketa di MK.

Gambar Daftar Paslon Peserta Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel di salah satu TPS di Banjarmasin
Gambar Daftar Paslon Peserta Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel di salah satu TPS di Banjarmasin (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Sementara, dari 53 daerah pemilihan bupati dan wakil bupati sangat potensial mengajukan sengketa di MK.

Sedangkan di tingkat pemilihan gubernur ada tiga daerah yang berpotensi mengajukan sengketa yakni Kalimantan Selatan, Jambi dan Kalimantan Tengah.

Ihsan mengatakan di Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan merupakan pilkada dengan selisih suara yang tipis.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved