Pilkada 2020

Selisih Suara Kecil, 62 Daerah Berpotensi Ajukan Sengketa Pilkada ke MK, Kalsel Salah Satunya

Sebanyak 62 dari 216 daerah yang menggelar Pilkada berpotensi mengajukan sengketa Pilkada 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Gambar Daftar Paslon Peserta Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel di salah satu TPS di Banjarmasin 

"Ini (7.409 suara) adalah angka yang tidak cukup besar atau kecil begitu ketika untuk pilgub bisa mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi," ungkapnya.

Sedangkan Kalimantan Tengah berpotensi mengajukan sengketa karena selisih perolehan suara 19.818 atau 2,4 persen antara peringkat pertama dengan peringkat kedua.

Tetapi data Sirekap menunjukan suara masuk pada Pemilihan Gubernur Jambi baru mencapai 77,63 persen.

Sementara itu, seperti diberitakan Banjarmasinpost.co.id,  setelah pilkada serentak pada 9 Desember lalu, tahapan penghitungan suara sudah memasuki hari keenam, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (14/12/2020).

Hasil pengundian nomor urut Paslon Pilgub Kalsel 2020 oleh KPU Provinsi Kalsel.
Hasil pengundian nomor urut Paslon Pilgub Kalsel 2020 oleh KPU Provinsi Kalsel. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Jika sesuai dengan jadwal tahapan yang ditetapkan KPU RI, seharusnya seluruh rekapitulasi di jenjang kecamatan sudah harus rampung paling lambat pukul 24.00 Wita, Senin (14/12/2020).

Mayoritas rekapitulasi di tingkat kecamatan di Kalsel sudah selesai. Masing-masing paslon, termasuk peserta Pilgub Kalsel 2020,  sudah mengantongi hasilnya melalui saksinya masing-masing.

Terkait hal ini, Cagub Kalsel Paslon Nomor Urut 2, H Denny Indrayana, mengaku bersyukur hingga tahapan tersebut pihaknya Paslon Nomor Urut 2 (H2D) berhasil meraih kemenangan di mayoritas kabupaten/kota di Kalsel.

"Yang pasti kami bersyukur dan mengucapkan Alhamdulillah karena dengan modal yang lebih pada semangat juang dan tidak bersandar pada kekuatan finansial, kami Alhamdulillah berhasil sampai pada tahap ini dan memenangkan di mayoritas kabupaten/kota di Kalsel," kata Denny kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (14/12/2020).

Melihat perkembangan hasil tersebut, Denny menyatakan, sudah mempersiapkan segala hal jika diperlukan langkah untuk mengajukan sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi (MK)

"Karena ini selisihnya sangat tipis, maka tidak ada jalan lain kecuali mengajukan sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi. Dan kami sudah menyiapkan beberapa strategi untuk memenangkan sengketa hasil di MK. Insya Allah kami yakin jika hukum ditegakkan, maka yang benarlah yang akan memenangkan Pilgub Kalsel," lanjutnya.

Sedangkan di kubu petahana paslon nomor Urut 1, H Sahbirin Noor-H Muhidin (Paman BirinMu), melalui tim pemenangannya sudah mengumumkan kemenangannya di Pilgub Kalsel Tahun 2020.

Itu disampaikan ketua tim, M Rifqinizamy Karsayuda, di Banjarmasin, Senin (14/12/2020) sore. Pihaknya mendeklarasikan kemenangan Paslon Paman BirinMu berdasarkan penghitungan terhadap perolehan suara melalui formulir C hasil penghitungan di tingkat TPS se-Kalsel dan formulir D hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan se-Kalsel.

"Paman Birin dan H Muhidin memenangi Pilgub Kalsel dengan persentase 50,24 persen melawan 49,76 persen. Kami menang di Kabupaten Balangan, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala atau Batola, Kabupaten tanah Bumbu atau Tanbu dan Kabupaten Tapin," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Baca juga: Kantongi Form C Hasil dan Form D Se-Kalsel, Tim Paslon BirinMu Umumkan Kemenangan di Pilgub

Baca juga: Pilkada Banjarmasin 2020, Ibnu Sina-Arifin Noor Mengunci Kemenangan di Lima Kecamatan di Banjarmasin

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kode Inisiatif: 62 Kabupaten atau Kota Berpotensi Ajukan Sengketa Pilkada ke MK"

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved