Breaking News:

Pilgub Kalsel 2020

Partisipasi Pemilih pada Pilgub Kalsel 2020 di Kabupaten Batola Menurun Drastis

Partisipasi pemilih Pilgub Kalsel di Kabupaten Batola berkurang karena ancaman Covid-19 dan tidak berbarengan dengan pemilihan bupati daerah setempat.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
ILUSTRASI - Petugas meneteskan tinta di TPS Desa Kolam Kiri, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, saat pilkada serentak, Rabu (9/12/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Perbedaan mencolok Pertisipasi Pemilih terjadi pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Kalimantan Selatan 2020 di Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Jika dibandingkan dengan Pemilu 2019, partisipasi pemilih hadir mencapai 81 persen lebih.

Sedangkan pada perhelatan Pilkada Kalsel 2020 hanya mencapai 51, 72 persen atau 113.676 dari total 220.006 Data Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU Batola.

Hal ini terlihat saat hari pencoblosan 9 Desember lalu. sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) nampak sepi dan tidak begitu terlihat banyaknya massa yang datang.

Diungkapkan Ketua Bawaslu Batola, Rahmatullah Amin, turunnya Partisipasi Pemilih ini sedikit banyaknya memang ada pengaruh dari dampak pandemi yang masih mengancam.

Baca juga: Update Covid-19 Batola: Positif Bertambah 6 Orang, Sembuh 3 Pasien

Baca juga: Terapkan Program IPDMIP, Petani di Beberapa Kawasan Batola Tanam Padi Unggul Dua Kali Setahun

"Pengaruh Covid-19 memang ada, meskipun kami sudah berusaha maksimal dalam sosialisasi bersama KPU, Bawaslu, Stakeholder dan tokoh agama lainnya," ungkap Amin.

Ia pun menambahkan, fenomena merosotnya angka pemilih di Pilgub Kalsel 2020 ini akan menjadi pekerjaan rumah dan dimasukkan dalam catatan-catatan khusus guna perbaikan ke depannya.

Di samping itu, Ketua KPU Batola Rusdiansyah, juga memberikan tanggapannya bahwa Kabupaten Batola kali ini hanya sebagai pelaksana. Bukan penyelenggara pemilihan bupati setempat.

Hal ini sedikit berbeda dibandingkan kabupaten atau kota lainya yang melaksanakan pemilihan bupati atau wali kota dalam waktu bersamaan dengan Pilgub Kalsel 2020.

"Dengan perbedaan itu, gaungnya mungkin agak berkurang, ditambah kondisi wabah dan kita juga memahami saat ini faktor ekonomi masyarakat yang agak sulit," beber Rusdiansyah.

Baca juga: VIDEO Penyerahan Bansos Tahap Sembilan Pemkab Batola

Baca juga: Progres Capai 93 Persen, Begini Tampilan GOR Batola Setara

Terlepas dari itu, dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan berusaha mensukseskan pelaksanaan Pilgub Kalsel tahun ini, hingga berakhir pada rapat pleno terbuka saat Selasa (15/12/2020) kemarin.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved