Breaking News:

HSU Mantap

Bupati HSU H Abdul Wahid HK Beri Nama Anak Kembar Siam

Bupati HSU H Abdul Wahid HK beri nama bayi kembar siam Rahmi Rasyidah dan Rahma Fauziah, warga Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Bannjar, Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Drs H Abdul Wahid HK MM, MSi, beserta Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid, saat mengunjungi bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan di Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Banjang. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Bayi kembar siam asal Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berhasil dipisahkan melalui tahapan operasi oleh tim medis di RSUD Ulin Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal itu mendapat perhatian langsung dari Bupati HSU, Drs H Abdul Wahid HK MM, MSi, beserta Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid.

Dalam kunjungannya itu, Bupati H Abdul Wahid Hk menanyakan kondisi terakhir bayi kembar siam kepada kedua orangtuanya, yaitu Herman dan Normawati, serta bidan desa.

Salah satu bayi sempat menangis saat rombongan Bupati HSU datang. Namun kemudian, Bupati menenangkan bayi dengan mengusap usap kepalanya hingga kemudian bayi tersebut kembali tertidur.

Kemudian, Bupati H Abdul Wahid HK diberi kepercayaan oleh kedua orangtua bayi kembar siam untuk memberikan nama.

Akhirnya, diberilah nama Rahmi Rasyidah dan Rahma Fauziah. Dalam kesempatan itu Bupati Abdul Wahid juga menyerahkan bantuan kepada keluarga.

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Drs H Abdul Wahid HK MM, MSi, beserta Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid, berbincang dengan orangtua bayi kembar siam di Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Banjang.
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Drs H Abdul Wahid HK MM, MSi, beserta Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid, berbincang dengan orangtua bayi kembar siam di Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Banjang. (BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI)

Dikatakan Bupati, kasus kembar siam tergolong langka. Karenanya, pemerintah daerah sejak awal kelahiran bayi pada 7 Oktober 2020 lalu di RSUD Pembalah Batung Amuntai memang sudah diberikan pelayanan yang terbaik.

“Saat mengetahui kondisi bayi yang lahir adalah kembar siam, langsung berkoordinasi dengan RSUD Ulin Banjarmasin untuk melakukan rujukan. Karena sesuai dengan kasusnya, RSUD Pembalah Batung tidak dibenarkan memberikan penanganan dan harus dirujuk ke rumah sakit yang sesuai antara kasus dan tipe rumah sakitnya,” ujarnya.

Hingga akhirnya, selama dua bulan mendapat perawatan dan berhasil dipisahkan. Sebelumnya, bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan ini dempet di bagian bokong.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved