Breaking News:

Wabah Virus Corona

Mau Liburan ke Jakarta saat Libur Natal & Tahun Baru? Siap-siap Kena Sanksi Bila Lakukan Ini

Jangan berkerumun lebih dari lima orang selama periode libur Natal dan Tahun Baru mulai 18 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19). 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mau berlibur Natal dan Tahun Baru di Ibu Kota Jakarta, sebaiknya perhatikan dulu aturan yang baru saja diberlakukan pihak Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya bila tak mengetahui aturan ini, maka liburan di Jakarta bisa dirundung masalah.

Saat ini berkerumun dengan jumlah lebih dari lima orang selama periode libur Natal dan Tahun Baru mulai 18 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021 bisa dikenakan sanksi oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Baca juga: Kepala Bulog Divre Kalsel Sebut Stok Beras Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Baca juga: PLN Perkuat Keandalan Listrik Jelang Pilkada, Natal, dan Tahun Baru 2021

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Kelompok Pakaian dan Transportasi di Kalsel Alami Inflasi

Dalam poin 17c Instruksi Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja untuk melaksanakan penerapan protokol kesehatan dan mencegah kerumunan lebih dari lima orang.

"Menetapkan protokol kesehatan pada area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan orang dengan ketentuan pembatasan kegiatan/aktivitas paling banyak 5 (orang) selama masa libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021," bunyi Instruksi Gubernur tersebut.

Untuk kewenangan penegakan protokol kesehatan dengan jumlah kerumunan ini sebelumnya sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2020 Pasal 11 ayat 1 yang berbunyi:

"Setiap orang yang melanggar larangan melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari 5 (lima) orang di tempat atau fasilitas umum selama pemberlakukan PSBB dikenakan sanksi:

a. administratif teguran tertulis;

b. sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi; atau

c. denda administratif paling sedikit Rp 100.000,00 (seratus ribu) dan paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah),"

Sedangkan ayat 2 pasal yang sama disebut sanksi yang dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan dapat didampingi oleh Kepolisian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berkerumun di Atas 5 Orang Saat Libur Natal dan Tahun Baru di Jakarta Bisa Kena Sanksi", Klik untuk baca:

Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved