Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Sempat Diskors, Rekapitulasi Perhitungan Suara Pilgub Kalsel 2020 Diwarnai Saran Koreksi Bawaslu 

Dalam pembacaan rekapitulasi dibacakan, sempat diwarnai beberapa saran koreksi dari Bawaslu Provinsi Kalsel. 

banjarmasinpost.co.id/apunk
Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilgub 2020. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil Pilgub Kalsel Tahun 2020 yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Kalsel diskors selama 5 jam, Kamis (17/12/2020).

Skors dimulai pukul 15.00 WITA dan akan dicabut pukul 20.00 WITA menyisakan pembacaan hasil rekapitulasi 5 kabupaten/kota yang ditunda menunggu unggahan data ke SiRekap KPU rampung. 

Sedangkan 8 kabupaten/kota lainnya sudah rampung dibacakan dan ditetapkan. 

Dalam pembacaan rekapitulasi yang sudah dibacakan, sempat diwarnai beberapa saran koreksi dari Bawaslu Provinsi Kalsel. 

Baca juga: Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pilgub Kalsel Diskors 5 Jam, Sementara BirinMU Unggul 50,3 Persen

Baca juga: Amankan Rapat Pleno Rekapitulasi Pilgub Kalsel 2020, Anjing Pelacak Diterjunkan Sterilisasi Lokasi

Baca juga: KPU Banjar Tetapkan Hasil Pilgub Kalsel 2020, Sahbirin-Muhidin Unggul

Meski demikian, ditemui di sela pelaksanaan rekapitulasi Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel, Erna Kasypiah menyatakan tak ada koreksi substantif dan hanya terkait data administratif. 

Sehingga meskipun ada koreksi, namun tak merubah hasil penghitungan perolehan suara. 

"Beberapa masukan tadi, jadi harus dibetulkan angkanya hanya terkait data administrasinya misalnya jumlah pemilih, jumlah pemilih laki-laki dan perempuannya tertukar harus dibetulkan. Jadi kalau terkait perolehan hasil itu tidak berubah," kata Erna. 

Rekapitulasi dalam Rapat Pleno Terbuka yang digelar oleh KPU Provinsi Kalsel rencananya akan kembali dilanjutkan pukul 20.00 WITA, Kamis (17/12/2020).

Menurut Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji, rekapitulasi sementara ditunda untuk menunggu rampungnya proses pengunggahan foto data formulir D hasil rekapitulasi sebagian kabupaten/kota ke Sistem Rekapitulasi Secara Elektronik (SiRekap) KPU. 

"Ya karena menunggu selesai diupload data ke SiRekap," kata Sarmuji. 

Baca juga: Paslon Pilgub Kalsel 2020 H Denny-H Difri Sebut Pihaknya Layak Menang

Berbeda dibanding rekapitulasi di KPU tingkat kabupaten/kota yang lebih mengutamakan rekapitulasi manual, rekapitulasi di tingkat Provinsi menurut Sarmuji juga memerlukan data SiRekap secara utuh. 

Pasalnya, KPU Provinsi perlu melakukan penyandingan data antara rekapitulasi manual dan SiRekap agar bisa membuat berita acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pilgub Kalsel. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody) 

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved