Breaking News:

Penanganan Covid 19

Presiden Jokowi Bahas Kehalalan Vaksin Covid-19 : Jangan Sampai Ada Kekhawatiran

Presiden Jokowi meminta masyarakat tak khawatir soal kehalalan vaksin covid-19. Kini tengah diuji keamanan dan efektivitanya oleh BPOM

Editor: Anjar Wulandari
Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020). Vaksin diterbangkan dari Beijing, Cina dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 21.30 WIB. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah menerima 1,2 juta vaksin covid-19 buatan Sinovac, China.

Terkait status vaksin Sinovac yang disebut-sebut belum mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun angkat bicara.

Jokowi meminta masyarakat tak khawatir soal kehalalan vaksin covid-19.

Baca juga: Update Covid-19 di Tapin, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang, Total 488 Kasus

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Satgas Covid-19 Banjarmasin Imbau Warga Tak Keluar Daerah

Menurut Jokowi, pemerintah telah melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama untuk memastikan kehalalan vaksin covid-19 tersebut.

"Vaksin ini juga sudah sejak awal, enam bulan yang lalu, diikuti dari MUI juga dari Kementerian Agama. Jadi jangan sampai ada kekhawatiran mengenai halal dan tidak halalnya vaksin," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan saat acara pemberian bantuan modal kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (18/12/2020).

"Ini dalam keadaan darurat kita karena pandemi Covid ini," tuturnya.

Menurut Jokowi, baik MUI maupun Kemenag bahkan langsung melihat proses uji klinis vaksin Covid-19 hingga ke pabriknya.

Nantinya, jika proses pengkajian sudah selesai, MUI akan mengeluarkan sertifikat kehalalan vaksin.

Bersamaan dengan itu, kata Jokowi, vaksin Covid-19 kini tengah diuji keamanan dan efektivitasnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved