Breaking News:

Berita Nasional

Sosok Upik Lawanga, Tokoh Jamaah Islamiyah Berjuluk Profesor Perakit Bom yang Ternyata Penjual Bebek

Fakta menarik terungkap terkait Upik Lawanga yang dijuluki profesor perakit bom. Ternyata selama ini dia sehari-hari bekerja sebagai penjual bebek.

Editor: Anjar Wulandari
tangkap layar Kompas tv
Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dari Lampung setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (16/12/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, tokoh penting kelompok Jamaah Islamiyah (JI) berhasil ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri di rumahnya di Lampung pada 23 November 2020.

Kini, Upik Lawanga dipindahkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait keterlibatannya dalam aksi terorisme.

Namun, fakta menarik terungkap terkait Upik Lawanga yang dijuluki profesor perakit bom. Ternyata selama ini dia sehari-hari bekerja sebagai penjual bebek.

Baca juga: Presiden Jokowi Bahas Kehalalan Vaksin Covid-19 : Jangan Sampai Ada Kekhawatiran

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Satgas Covid-19 Banjarmasin Imbau Warga Tak Keluar Daerah

Adapun Upik ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri di rumahnya di Lampung pada 23 November 2020.

“Kemarin dia ada di Lampung, dia jualan bebek dan akhirnya bisa mengumpulkan uang dan dibelikan rumah. Ada bunker-nya di sana,” ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020) seperti terekam dalam tayangan kompastv.

Berdasarkan keterangan polisi, Upik dipanggil dengan sebutan “profesor” karena ahli membuat bom dan senjata api rakitan, baik otomatis maupun manual.

Menurut Argo, julukan itu juga disematkan kepada Upik karena mampu mempelajari karakteristik wilayahnya ketika membuat bom.

“Misalnya di Poso bisanya banyak orang menggunakan senter yang kalau malam untuk cahaya penerangan. Jadi yang bersangkutan membuat bomnya seperti senter biar orang-orang tidak curiga,” tuturnya.

Bahkan, Argo mengatakan, pemimpin JI sudah menyuruh Upik membuat senjata api rakitan sejak Agustus 2020.

“Masalah nanti digunakan kapan belum tahu, tapi yang bersangkutan sudah mempersiapkan, ada perintah untuk membuat senjata,” ucap Argo.

Secara keseluruhan, total terdapat 23 terduga teroris anggota kelompok JI yang ditangkap tim Densus 88 selama November-Desember 2020. Mereka dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca juga: Pernyataan Presiden Jokowi Soal Kasus FPI dan Terorisme di Sigi: Hukum Harus Ditegakkan

Baca juga: Dikira Penangkapan Teroris, Suara Tembakan di Tol Jakarta-Cikampek Kejutkan Pekerja di Rest Area

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tokoh Kelompok Jamaah Islamiyah Ini Sehari-hari Bekerja sebagai Penjual Bebek"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved