Breaking News:

Kisah Inspiratif

Cerita Rakyat Nyai Undang di Kapuas Difilmkan, Suparman Angkat Kisah dari Buku The Lost City

Menurut legenda, Nyai Undang dan Kerajaan Tanjung Pematang Sawang/Kuta Bataguh hidup pada Abad ke-14 M.

banjarmasinpost.co.id/fadly
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) kini menggarap film tentang Nyai Undang, tokoh yang menurut legenda merupakan seorang Ratu yang cantik yang memimpin Kota Bataguh. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, KAPUAS - BORNEO memiliki beragam cerita rakyat yang menjadi bagian tidak terlepaskan dari perjalanan hidup masyarakatnya.

Namun apabila tidak ada jejak dan bentuk fisik memuat cerita tersebut, bisa saja hilang setelah ganti generasi.

Tak ingin kisah mengenai Nyai Undang yang melekat dengan memori Suku Dayak Ngaju, tergerus zaman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) kini menggarap film tentang Nyai Undang, tokoh yang menurut legenda merupakan seorang Ratu yang cantik yang memimpin Kota Bataguh.

Menurut legenda, Nyai Undang dan Kerajaan Tanjung Pematang Sawang/Kuta Bataguh hidup pada Abad ke-14 M.

Baca juga: Beginilah Cara Hidup Upik Lawanga Selama 14 Tahun Buron, Teroris Berjuluk Profesor Murid Dr Azhari

Baca juga: Rizki DA Ngamuk Hingga Ungkap Kondisi Rumah Tangga Sebenarnya Bersama Nadya Mustika

Baca juga: Keanehan Nathalie Holscher Saat Sule Santap Ikan Patin, Ayah Putri Delina : Bunda Mual

Nyai Undang meninggalkan misteri tentang Kuta Bataguh, kota yang dibangun pada masa pemerintahannya yang kemudian hilang dari catatan sejarah.

Padahal, ditemukan adanya sisa peninggalan di Kuta Bataguh, menjadi jejak sejarah Kerajaan Bataguh yang dipimpin Nyai Undang.

Harapannya, film ini sebagai upaya melestarikan dan menyebarluaskan cerita rakyat itu sehingga lebih diketahui masyarakat dan dapat menjadi daya tarik di Kabupaten Kapuas.

“Kenapa Nyai Undang ini yang diangkat, karena mempunyai nilai sejarah yang luar biasa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kapuas, H Suparman, kemarin.

Dilanjutkannya, cerita ini pun sudah meluas kemana-mana belakang waktu terakhir dan menjadi menarik jika dibuat dalam bentuk film.

Halaman
12
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved