Breaking News:

Penanganan Covid 19

Paparkan Data Covid-19, Anggota TPPP ULM Skeptis Pemda di Kalsel Belum Batasi Mobilitas Masyarakat

Kasus positif Covid-19 meningkat, anggota TPPP ULM mewanti-wanti pemerintah daerah di Kalsel supaya menerapkan kebijakan untuk bisa menekan jumlahnya

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
DITSAMAPTA POLDA KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Petugas Ditsamapta Polda Kalimantan Selatan dan Satpol PP yang melaksanakan operasi yustisi, memberikan masker kepada warga di kawasan Jalan Sultan Adam, Banjarmasin, Sabtu (19/21/2020). Tujuan kegiatan para petugas ini, mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Angka penambahan kasus Covid-19 di paruh pertama Desember 2020 membuat sebagian kalangan akademisi khawatir.

Satu diantaranya adalah dosen di Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang juga anggota Tim Pakar Percepatan Penangan (TPPP) Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, SE, MSI, PGD.

Menurutnya, ledakan kasus di bulan penghujung 2020 sebenarnya sudah diprediksi jauh-jauh hari dan ternyata benar terjadi. 

Dari catatannya, kasus Covid-19 bulan Desember ini ledakan perkembangan kasus harian saat Kamis (17/12/2020) semakin besar. 

Jumlah kasus baru sudah menyentuh angka 7.354 di Indonesia, artinya secara kumulatif jumlah kasus menjadi 643.508 kasus.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid 19 Desember: 536.260 Pasien Dinyatakan Sembuh, Tambah 4.265 Orang

Baca juga: Update Covid- 19 Batola, Pasien Sembuh 4 dan Positif 5 Orang

"Dengan lonjakan Covid-19 tersebut, maka selama periode 1-17 Desember sudah terdapat 104.625 kasus baru positif Covid-19. Ledakan tersebut sudah setara dengan 81 persen kasus positif Covid-19 yang terjadi selama 30 hari bulan November," terangnya. 

Sementara itu, kecepatan pertumbuhan kasus baru positif Covid-19 juga tercatat semakin tinggi. Jika pada bulan Oktober dan November rata-rata kasus baru tumbuh sebanyak 3.970 dan 4.293 kasus per hari, maka pada 17 hari pertama bulan Desember kasus baru sudah tumbuh pada level 6.154 per hari.

Ini berarti rata-rata pertumbuhan kasus harian di bulan Desember sudah lebih dari 1,4 kali lipat pertumbuhan kasus di bulan November.

Dalam periode mingguan, pertumbuhan rata-rata kasus harian juga mengalami peningkatkan yang menurutnya semakin mengkhawatirkan. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved