Ekonomi dan Bisnis

SEPEKAN Melemah, Begini Nasib Rupiah Pekan Depan, Sentimen Ini Perlu Dicermati

Nilai tukar rupiah Jumat pagi, rupiah melemah 6 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.114 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.108

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
KONTAN/Cheppy A.Muchlis
LUSTRASI-Mata Uang Rupiah dan Dolar Amerika.Nilai tukar rupiah sempat melemah sepanjang pekan ini. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah seiring belum disetujuinya paket stimulus di Amerika Serikat.

Pada pukul 9.53 WIB Jumat (18/12/2020), rupiah melemah 6 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.114 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.108 per dolar AS.

Artinya, nilai tukar rupiah cenderung melemah dalam sepekan terakhir.

Seperti dilansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (18/12) rupiah ditutup koreksi 0,01% ke level Rp 14.110 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Honda Brio Rajai Penjualan Mobil, Ini Daftar Mobil Terlaris Bulan November 2020

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 19 Desember 2020, Turun Rp 2.000 Jadi Rp 970.000 Per Gram

Baca juga: DAFTAR Terbaru Harga HP Samsung Desember 2020, dari Termurah Galaxy A01 Core hingga Galaxy Z Fold2

Bahkan dalam sepekan, kurs rupiah spot melemah 0,21% dari level Rp 14.080 per dolar AS hingga Jumat (11/12/2020) kondisi belum berubah.

Sedangkan kurs referensi Jisdor di Bank Indonesia (Jisdor) pada Jumat (18/12/2020) menguat 0,04% ke Rp 14.146 per dolar AS dan 0,31% dalam sepekan.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengungkapkan, pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat dibuka dengan pelemahan tipis.
Sedangkan sesi perdagangan siang, pergerakannya relatif stabil menjelang penutupan.

"Seminggu terakhir rupiah melemah sekitar 10 poin-20 poin dibandingkan pekan lalu. Koreksi tipis hari ini merupakan technical correction, melihat data ekonomi domestik yang masih cukup baik," kata Reny kepada Kontan.co.id, Jumat (18/12).

Reny menjelaskan, kondisi tersebut tercermin dari inflasi Tanah Air yang masih rendah, cadangan devisa masih tetap tinggi, ditambah lagi, langkah Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% sesuai dengan ekspektasi pasar.

Reny menambahkan, kalaupun rupiah cenderung bergerak sideways pada perdagangan akhir pekan ini, itu karena adanya harapan akan kebijakan stimulus AS untuk mendorong konsumsi, sehingga membuat indeks dolar bergerak rebound.

Untuk pekan depan, Reny memprediksi pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen internal dan eksternal.

Dari domestik, kemungkinan tidak ada data reguler yang akan dirilis, sehingga progres vaksin Covid-19 akan menjadi perhatian pasar.

"Dari eksternal ada data penjualan rumah dan data tenaga tenaga kerja AS yang bakal dicermati pelaku pasar. Sehingga rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.100 per dolar AS hingga Rp 14.296 per dolar AS," tandasnya.

https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-ditutup-melemah-pekan-ini-berikut-sentimen-yang-perlu-dicermati-pekan-depan-1

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved