Breaking News:

Penanganan Covid 19

Pemerintah Targetkan Vaksinasi 107 Juta Orang, Begini Saran Anggota TPPP Covid-19 ULM Agar Efektif 

Anggota TPPP Covid-19 ULM sarankan pemerintah untuk dokter pribadi mitra BPJS untuk mendapat vakasinasi terlebih dulu.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan (TPPP) Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang juga Guru Besar Ilmu Kesehatan, Prof Syamsul Arifin. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah mewacanakan Vaksinasi massal Covid-19 akan dilakukan pada 2021 mendatang dengan target vaksinasi terhadap 107.206.544 orang. 

Di antaranya, terdiri dari kelompok tenaga medis, TNI/Polri, aparat hukum, dan pelayanan publik sebanyak 3,4 juta orang, tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah sebanyak 5,6 juta orang dan tokoh/tenaga pendidik sebanyak 4,3 juta orang.

Selanjutnya, kelompok aparatur pemerintah pusat, daerah dan legislatif sebanyak 2,3 juta orang, kelompok, Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan sebanyak 86 juta orang dan masyarakat usia 19 hingga 59 tahun sebanyak 57 juta orang. 

Jumlah tersebut tidak sedikit dan sebarannya dipastikan sangat luas dan otomatis memerlukan sangat banyak sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang terampil untuk melakukan Vaksinasi.

Baca juga: Update Covid-19 Batola: Nihil Penambahan Kasus, Total Positif 892 Orang

Baca juga: Dua Lagi Pasien Covid-19 Tala Meninggal, Puluhan Orang Jalani Isolasi Mandiri

Hal ini menjadi perhatian anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan (TPP) Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang juga Guru Besar Ilmu Kesehatan, Prof Syamsul Arifin.

Menurut Syamsul, ada beberapa strategi yang bisa diadopsi pemerintah agar pelaksanaan vaksinasi lebih lancar. 

Salah satu strategi yang dapat dijalankan, kata Prof Syamsul Arifin, dengan memberdayakan dokter yang melakukan kontak pertama pelayanan (first contact) yang dikunjungi peserta setiap kali mendapat masalah kesehatan. Termasuk di antaranya para dokter yang membuka praktik pribadi. 

"Pada saat sekarang, sebagian besar dokter praktek pribadi merupakan mitra BPJS. Berdasarkan data BPJS Kesehatan  tahun 2019 diketahui bahwa dokter praktek pribadi mitra BPJS Kesehatan cukup banyak yaitu tercatat 5.326 orang," kata Prof Syamsul Arifin kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banjarmasin Kembali Meningkat, Ibnu Sina Bakal Batasi Jam Beraktivitas Warga

Baca juga: Update Covid-19 Kotabaru: Sembuh 1 Orang, Nihil Penambahan Kasus Positif

Dengan memberdayakan dokter praktik pribadi mitra BPJS, diyakininya akan memudahkan dalam persiapan, pelaksanaan dan evaluasi program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara massal.  

Disamping itu mereka juga, kata Prof Syamsul Arifin, sudah mengetahui riwayat penyakit melalui rekam medik pasiennya dan dapat melakukan promosi, sosialisasi tentang vaksinasi Covid-19 lebih awal dan efektif.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved