Breaking News:

Pilkada Kalteng 2020

Paslon Ben-Ujang Sampaikan Gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Tolak Hasil Pilgub Kalteng

Paslon Ben-Ujang menggugat hasil Pilgub Kalteng ke Mahkamah Knsitusi karena dinilai terdapat kecurangan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ben Brahim S Bahat dan H Ujang Iskandar (Ben-Ujang), bersama tim pendukungnya saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Paslon Ben -Ujang di Jalan Imam Bonjol Palangkaraya, Senin ,(21/12/2020) malam. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ben Brahim S Bahat- H Ujang Iskandar (Ben - Ujang), menggugat hasil pemilihan oleh KPU Kalteng ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasangan Ben-Ujang dalam Pilgub Kalteng 2020, hasil perhitungan yang diumumkan melalui Rapat Pleno KPU setempat, tanggal 18 Desember 2020, tertinggal dibandingkan Pasangan Calon Gubernur Incumbent nomor urut 2, H Sugianto Sabran-H Edy Pratowo (Sugianto-Edy) dengan selisih 3,2 persen suara.

Namun begitu, pasangan Cagub Nomot urut 1, Ben Brahim S Bahat dan H Ujang Iskandar tetap optimistis gugatannya akan tetap diterima dan diproses Mahkamah Konstitusi (MK).

Karena, aturan persentasi batasan selisih perolehan suara tersebut tidak dipakai lagi setelah keluarnya PMK nomor 6 tahun 2020 tersebut.

"Ketentuan PMK Nomor 6 Tahun 2020, tentang tata beracara dalam perkara perselisihan Pilkada tidak adalagi pembatasan suara tersebut. Nanti, usulan gugatan yang kami ajukan tetap akan diproses oleh MK. Saat Selasa 22 Desember 2020, usulan gugatan tersebut kami ajukan di MK di Jakarta," ujar Ben Brahim S Bahat, Bupati Kapuas ini.

Baca juga: Ternyata 1,3 Kg Sabu Diambil di Banjarmasin dan Mau Dibawa ke Kalteng

Baca juga: Kemenag Kalteng Belum Pastikan Pemberangkatan Haji dan Umroh Tahun 2021

Sementara itu, Cawagub H Ujang Iskandar, mengatakan, pihaknya secara konstitusi melakukan perlawanan atas hasil Pilgub Kalteng yang telah ditetapkan KPU Kalteng. Karena dianggap, banyak melakukan kecurangan.

"Kami melakukan ini secara konstitusional, karena banyaknya kecurangan yang dilakukan oleh paslon nomor 2, sehingga masyarakat Kalteng mendesakuntuk mambawanya ke MK, dan kami sudah siapkan semua bukti kecurangan dan saksi-saksinya," ujarnya saat menggelar Konferensi Pers di Sekretariat Pemenangan Ben-Ujang, jalan Imam Bonjol Kota Palangkaraya, Senin (21/12/2020) malam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kalteng, H Harmain Ibrohim, mengatakan, pihaknya menghormati sikap dari pasangan Calon Nomor urut 1 tersebut.

Meskipun, dalam rapat pleno penepatan saksi Ben-Ujang juga tidak menandatangani berita acara saat rapat pleno rekapitulasi di tingkat KPU Kalteng 18 Desember lalu.

Baca juga: Pemprov Kalteng Bantu Rp 2 Miliar untuk Pembangunan Klinik Rehabilitasi BNN

Baca juga: BKPRMI Kalteng Bantu Penyaluran BLT dan BOP Hingga Mencapai Miliaran Rupiah

"Kami hormati keputusan mereka tersebut,  termasuk kemudian mereka menolak hasil Pleno yang kami lakukan lalu membawanya ke MK. Kami tetap menghormati sikap  mereka,  KPU Provinsi Kalimantan Tengah saat ini menunggu  , pemberitahuan resmi terkait permohonan yg teregistrasi dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari MK , tentunya kami sudah siap," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved