Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Terkait Laporan Tim AnandaMu, Bawaslu Banjarmasin Sudah Panggil 100 Orang

Bawaslu menindaklanjuti pengaduan paslon AnandaMu dalam dugaan pelanggaran pelaksanaan Pilwali Banjarmasin 2020 oleh KPU.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kota Banjarmasin untuk pemilihan Gubernur-Wakil GubernurKalimantan Selatan, serta Wali Kota-Wakil Wali Kota, beberapa waktu lalu. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim pemenangan dan hukum pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda-H Mushaffa Zakir (AnandaMu), menolak hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan surat suara untuk Pilwali Banjarmasin 2020, Kalimantan Selatan.

Selain berencana mengajukkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), tim pemenangan dan hukum AnandaMu pun juga telah manyampaikan laporannya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin saat Selasa (15/12/2020).

Dan laporan dari tim pemenangan dan hukum AnandaMu ini pun rupanya sudah mulai diproses oleh Bawaslu Banjarmasin.

Bahkan sudah sekitar 100 orang yang dipanggil oleh Bawaslu Banjarmasin, untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Sudah berjalan. Rencana, sekitar 210 orang yang kami panggil. Dan yang dipanggil dari pelapor, terlapor, saksi-saksi yang diajukkan dan juga penyelenggara pemilu," ujar Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin, Subhani kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Tim AnandaMu Ajak Masyarakat Laporkan Kejanggalan Pilwali Banjarmasin 2020

Baca juga: Galeri Terapung Sungai Jingah dan Rumah Lanting Mantuil Ikon Baru Wisata Sungai Banjarmasin

Kemudian, Subhani pun menerangkan laporan yang diajukkan oleh paslon nomor urut 4 tersebut mengenai mekanisme yang dilakukan. "Katanya, mekanismenya yang dilakukan oleh penyelenggara tidak sesuai dengan PKPU," ujar Subhani.

Dia membeberkan ada sekitar 70 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap tim paslon AnandaMu yang diduga ada kejanggalan. "Ada sekitar 70 TPS dan kami akan melakukan kajian-kajian terkait itu, apakah benar atau tidak," jelasnya.

Sebelumnya, juru bicara tim pemenangan AnandaMu, yakni Syarkawi, mengatakan, pihaknya menindaklanjuti saksi AnandaMu yang menolak hasil rapat pleno.

"Kami minta Bawaslu dan Gakkumdu melakukan investigasi atas laporan Tim AnandaMu yang telah disampaikan, namun tidak diakomodasi KPU Banjarmasin saat Rapat Pleno Terbuka lalu," ucap Syarkawi.

Halaman
12
Penulis: Frans Rumbon
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved