Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Tim Kuasa Hukum BirinMu Kirim Somasi, Febri Diansyah Sebut Jangan Tersinggung

Kuasa hukum paslon BirinMu mensomasi anggota kuasa hukum paslon H Denny Indrayana-H Difriadi atas ucapan oligarki dan korupsi.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Iman Satria, anggota tim kuasa hukum paslon Pilgub Kalimantan Selatan, yakni BirinMu. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Satu kuasa hukum tim pemenangan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan nomor urut 1, Sahbirin Noor-Muhidin (BirinMu), Imam Satriajati, melakukan somasi atas pernyataan tim kuasa hukum Denny Indrayana-Difriadi, Febri Diansyah, di salah satu media online.

"Statemen dia (Febri Diansyah) di media online kami anggap merugikan dan membuat bola panas, serta membuat opini publik, sebab tidak dijelaskan detai korupsi yang mana dan oligarki yang mana," ucap Imam Satriajati, Kamis (24/12/2020).

Dijelaskan dia, statmen Febri yang termuat pada berita media online tersebut bernada tuduhan yang tak terbukti dan berpotensi membuat gaduh. Disebutkannya, pernyataan Febri membantu Denny Indrayana melawan korupsi dan oligarki

Disebutkan Imam apa yang disampaikan Febri diduga hoaks dan meresahkan masyarakat.  "Saya kira harus hati-hati membuat statemen. Febri harus meminta maaf dan memerjelas korupsi tersebut korupsi yang mana," tanyanya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 95 Orang Positif, Terbanyak dari Kabupaten Tabalong

Baca juga: Bakeuda Kalsel Kejar Rp 400 Miliar dari Sektor Pajak

Dia uraikan, pernyataan itu tidak jelas ditujukan kepada siapa. Namun publik semua tahu,  cuma ada 2 paslon Pilgub Kalsel 2020 dan pihaknya menduga itu ditujukan kepada paslon 01.

 Jika somasi tidak ditanggapi, maka akan lapor kepada polisi atas dugaan penyebaran berita bohong.  "Hari ini kami kirim somasi, besok atau lusa sampai ke Febri. Setelah dia terima berlaku 1X24 jam batas waktu yang kami berikan," kata Imam.

Sementara itu, mengenai gugatan paslon H Denny Indrayana-H Difriadi, pihaknya hanya menunggu hasil di Mahkamah Konstitusi sesuai aturan yang disangkakan.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah melalui WhatsApp, Kamis (24/12/2020), Febri Diansyah menyebutkan belum menerima somasi fisiknya.

Baca juga: Prof Wiku: Pemda Dapat Beri Sanksi Warga yang Menolak Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Pejabat Polda Kalsel Minta Semua Pihak Taati Maklumat Kapolri, Jika Melanggar Akan Ditindak

"Silakan saja (somasi). Saya kira semestinya tidak perlu ada yang tersinggung. Akan lebih baik jika ada pihak yang keberatan untuk maju ke MK dan saling membuktikan argumentasi hukum. Mestinya kalau tidak melakukan korupsi dan tidak menjadi bagian dari oligarki, tidak perlu tersinggung. Karena ke depan kita semua perlu mewujudkan pemerintahan yang bersih, antikorupsi dan berkomitmen melawan oligarki, termasuk di Kalsel. Banyak hal yang perlu dilakukan ke depan, " urai Febri Diansyah

Menurut Febri Diansyah, justru Kalsel dan setiap daerah memerlukan pemimpin yang berkomitmen memberantas korupsi dan melawan oligarki. "Dan Komitmen itu yang saya lihat ada di mas Denny Indrayana," kata dia. 

Febri juga membenarkan bahwa memang kalimat kutipan itu adalah ucapan dia. "Benar, saya menyampaikan hal tersebut. Sebagai bagian dari komitmen saya untuk terus melawan korupsi. Kami juga mengajak masyarakat Kalsel untuk sama-sama membangun semangat melawan korupsi dan oligarki. Karena, ini adalah kepentingan masyarakat secara luas," kata dia.

(Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved