Breaking News:

Berita Tanahlaut

Nakes Covid-19 di Tanahlaut Protes Insentif Dipotong Rp 2,5 Juta, Begini Penjelasan Direktur

Kalangan perawat yang menangani pasien covid-19 di RSUD (baru) Hadji Boejasin di Saranghalang, Pelaihari gundah, insentif dipotong Rp 2,5 Juta

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
dr Hj Isna Farida, direktur RSUD Hadji Boejasin. (Kiri) RSUD (baru) Hadji Boejasin di Saranghalang, Pelaihari. 

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI -  Kalangan perawat yang menangani pasien covid-19 di RSUD (baru) Hadji Boejasin di Saranghalang, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), gundah. 

Hal itu menyusul adanya pemotongan insentif yang dilakukan manajemen rumah sakit milik Pemkab Tala tersebut. Apalagi nominal pemotongan disebutkan lumayan besar.

Penuturan salah seorang nakes (perawat) yang meminta identitasnya dirahasiakan, nominal pemotongan sebesar Rp 2,5 juta dari total insentif senilai Rp 7,5 juta.

Insentif untuk nakes yang bertugas menangani pasien covid tersebut bersumber dari Kementerian Kesehatan. 

Baca juga: Dana Insentif Nakes Covid-19 Tahap II Transfer Pusat Masuk Rekening Kas Umum Daerah Tabalong

Baca juga: IDI: Kematian karena Covid-19 Itu Nyata, 342 Nakes Meninggal Dunia

Baca juga: Transfer Tahap Kedua Rp 1,5 Miliar Cair, Dana Insentif Nakes di Banjarbaru Tunggu Usulan Dinkes 

Penyalurannya via transfer ke rekening masing-masing nakes. Insentif yang dipotong yakni insentif bulan September 2020.

"Yang masuk ke rekening kami Rp 7,5 juta. Namun, diminta Rp 2,5 juta oleh pihak manajemen. Padahal itu hak kami," sebutnya.

Pihaknya tak berdaya menolak karena hanya nakes kecil. Meski terasa berat, namun terpaksa menyetujui pemotongan tersebut.

Mengenai hal itu, Direktur RSUD Hadji Boejasin dr Hj Isna Farida menerangkan dana insentif untuk bulan September turun, hanya tersisa Rp 1,3 miliar.

Padahal, biasanya sebesar Rp 1,7 miliar untuk 74 nakes (perawat).

Karenanya, jumlah penerima insentif pun dikurangi hanya menjadi 40 orang. Artinya, sebanyak 34 nakes yang terpaksa tak masuk lagi dalam SK penerima insentif tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved