Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Kepala Dinkes Banjarmasin Apresiasi RSKIA Annisa yang Perkenalkan Persalinan Tanpa Nyeri

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, menghadiri acara relaunching persalinan tanpa nyeri di RSKIA) Annisa.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Annisa Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dinilai memiliki terobosan yang baik.

Hal ini dilontarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, saat hadir di acara milad ke-4 SKIA) Annisa, Senin (28/12/2020).

Ia memberikan apresiasinya terhadap teknik persalinan tanpa nyeri (ILA) yang dimilik RSKIA Annisa tersebut. 

"Tidak harus semua orang melahirkan secara operasi. Kalau bisa normal, kenapa dibikin-bikin harus operasi," ucap Machli.

Menurutnya, teknik ILA perlu dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat luas, guna memajukan pembangunan kesehatan di Kota Banjarmasin.

Baca juga: VIDEO Cewek 14 Tahun Tewas di Kamar 308 Mira Hotel Banjarmasin, Polisi Temukan Tanda Kekerasan

Baca juga: Tewas di Kamar 308 Mira Hotel Banjarmasin, Cewek 14 Tahun Ini Sempat Pulang Beri Uang ke Ibu Kandung

"Tentu kami memberikan apresiasi terhadap konsep-konsep ini, dan mendorong agar RSKIA kedepan berkembang," imbuhnya. 

Ya, RSKIA Annisa relaunching persalinan tanpa nyeri (ILA) dan paket persalinan dengan bidan. Diketahui, ILA merupakan suatu teknik blok subarachnoid yang menghasilkan analgesi dan anestesi, pada segmen spinal T 10 – S5.

Teknik ILA dapat dilakukan kepada pasien apabila sebelumnya sudah mendapat penilaian oleh ahli obstetri, bahwa parturien dapat partus secara normal, dan tak ada kontraindikasi dilakukan blok subarachnoid.

"Dengan ILA ini pasien-pasien yang akan melakukan persalinan normal, dapat diminimalisasi rasa nyerinya," kata Direktur RSKIA Annisa, Drg Norlista Indah Rasyid, Sp.Ort.

Adapun sejumlah keuntungan teknik ILA dibandingkan teknik regional yang lain, yakni cara pemberian relatif sederhana, dengan onset yang cepat dan pasti.

Baca juga: Cewek Ini Tewas di Kamar 308 Mira Hotel Banjarmasin, Kapolsekta Sebut Ada Tanda Kekerasan

Baca juga: Breaking News : Jasad Perempuan Berdarah Ditemukan Tergeletak di Sebuah Kamar Hotel di Banjarmasin

Hanya menggunakan obat anestesi lokal jumlah kecil (Bupivacain 2,5 mg – 5 mg dengan kombinasi opioid fentanyl 10 -25 mcg),  meniadakan risiko toksisitas sistemik.

Diberikan semenjak kala I (pada bukaan 5 atau 6) menghasilkan relaksasi perineum yang dalam, sehingga memfasilitasi manuver yang memerlukan relaksasi perineum.

"Teknik ILA dapa mengurangi rasa nyeri pada bagian sensorik, tapi tidak pada bagian motorik. Jadi pasien masih bisa bergerak, mengangkat kaki dan sebagainya," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id /Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved