Berita Jakarta

Komnas HAM Temukan Proyektil Peluru

Tujuh proyektil peluru ditemukan tim investigasi Komnas HAM dan hanya enam proyektil yang diyakini berkaitan dengan peristiwa itu.

TANGKAP LAYAR KOMPAS TV
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), tim yang melakukan penyelidikan peristiwa yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI), menyebut menemukan sejumlah barang yang bisa dijadikan bukti. Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (28/12/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kasus baku tembak antara pengawal pemimpin Front Pembela Islam ( FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab dengan polisi terus didalami Komnas HAM.

Dari hasil investigasi sementara di lapangan, Komnas HAM menemukan beberapa barang bukti, di antaranya adalah Proyektil Peluru dan selongsong peluru.

Ketua Tim Penyelidikan dan Investigasi Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, tim investigas Komnas HAM menemukan setidaknya tujuh proyektil dan empat selongsong peluru di lokasi penembakan 6 anggota Laskar FPI.

Namun, dari tujuh proyektil itu, tim investigasi hanya meyakini enam proyektil yang berkaitan dengan peristiwa itu.

Begitu juga dengan temuan selongsong, ada tiga selongsong yang diyakini berkaitan dengan kasus tersebut. Sementara itu satu selongsong belum bisa dipastikan.

Baca juga: Progres Penyelidikan Komnas HAM Soal Penembakan 6 Anggota FPI 75 Persen, Siap Panggil Saksi Ahli

Baca juga: Komnas HAM 3 Hari Periksa Lokasi Polisi Gelar Reka Ulang Tewasnya 6 Anggota FPI

“Pertama proyektil. Jumlahnya tujuh, satu kami tidak yakin. Jadi dari tujuh itu kami satu tidak yakin, yang yakin enam. Selongsong empat, tiga utuh, satunya kami duga itu ada bagian belakang, yang firm tiga karena bentuk enggak berubah,” kata Anam dalam konferensi pers di gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Senin (28/12).

Selain itu Komnas HAM juga menemukan sejumlah pecahan kaca yang diduga didapat dari gesekan antara mobil polisi dengan mobil milik laskar FPI tersebut.

”Didapatkan semacam serpihan pecahan bagian mobil yang saling serempetan,” ujar Wakil Ketua Komnas HAM, Amiruddin.

Temuan lainnya adalah rekaman dari CCTV. Menurut Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, tim investigasi telah mengantongi bukti rekaman kamera pengawas atau CCTV di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi lokasi bentrok polisi dengan Laskar FPI.

Bukti ini diperoleh dari pihak Jasa Marga saat memeriksa perusahaan pengelola jalan tol itu berkaitan dengan peristiwa bentrok.

Baca juga: Komnas HAM Tak Ikut Rekonstruksi Penembakan 6 Laskar FPI di Tol Cikampek dan Karawang, Ini Alasannya

Baca juga: Komnas HAM Turun Tangan Terkait Insiden antara FPI dan Polisi di Tol Cikampek

”Terkait bukti CCTV, sudah memperoleh bukti rekaman dari Jasa Marga, baik sebelum peristiwa, maupun sesudah peristiwa terjadi,” kata Beka.

Hanya saja, kata dia, rekaman yang diterima masih berupa rekaman kasar yang perlu dianalisis lagi lebih lanjut. Beka belum dapat memastikan apapun terkait kejadian hanya dengan mendasarkan pada rekaman CCTV.

”Masih perlu dianalisa karena masih kasarlah. Masih umum mana yang terkait, mana yang tidak, masih kami dalami,” kata dia.

Oleh karena itu, kata Beka, belum bisa disimpulkan apapun soal CCTV ini. Komnas HAM juga belum pernah memberikan pernyataan apapun berkaitan dengan CCTV ini. “Itu nanti, kesimpulan benar (mati) atau enggak kami tidak pernah merilis kesimpulan,” kata dia.

Senada dengan Beka, Choirul Anam menegaskan tim investigasi belum pada kesimpulan. Bukti-bukti yang ada saat ini akan segera dilakukan uji balistik agar bisa diketahui dengan jelas gambaran peristiwa di lapangan.

Baca juga: Alasan Tim Kuasa Hukum FPI Siap Ajukan Praperadilan, Pasca Rizieq Shihab Ditahan 20 Hari

Baca juga: Rizieq Shihab Ditahan 20 Hari di Rutan Polda Metro Jaya, Begini Alasan Polisi Tahan Pemimpin FPI

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan pemerintah tidak akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait dengan peristiwa tewasnya enam Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) dini hari lalu. (tribun network/git/dod)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved