Breaking News:

Berita HSU

Saat Penghujan, Ikan Asin Lokal Mulai Banyak Dijual di Alabio Kabupaten HSU

Ikan tangkapan warga di rawa-rawa dijadikan ikan asin dan kemudian dijual di Pasar Alabio, Kabupaten HSU, Provinsi Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Ikan asin yang dijual di Pasar Ikan Alabio, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Pada saat penghujan, lahan rawa-rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, dipenuhi air.

Banyak petani yang kemudian menjadi nelayan. Hasil tangkapan, biasanya langsung dijual ke pasar subuh.

Namun karena banyak yang menjual, maka biasanya dibuat juga menjadi Ikan Asin. Ikan hasil tangkapan dibersihkan dan  diawetkan menggunakan garam, kemudian dikeringkan.

Baca juga: Warga Kabupaten HSU Hanya Perlu Bawa KTP untuk Gratis Tes Swab

Baca juga: Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi Pantau Pengamanan di Fasilitas Umum

Baca juga: Satpol PP HSU Kalsel Pantau Sekolah yang Melaksanakan Belajar Tatap Muka

Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten HSU, banyak warganya yang membuat olahan makanan ikan sungai. Selain ikan asin, juga  ikan yang diawetkan dengan garam atau biasa dikenal dengan iwak wadi. 

Menurut Ahmad, pengelola Pasar Ikan Alabio, saat ini banyak warga yang menjual ikan asin olahan sendiri. Hal ini menjadi kebiasaan saat penghujan karena ikan sangat mudah didapat.

“Pasar ikan asin yang buka pada saat hari Rabu dan juga Minggu, bukan hanya dipenuhi oleh penjual ikan asin yang didapat dari daerah lain, namun juga olahan lokal, yaitu ikan asin dari ikan sungai,” ujarnya, seraya menambahkan harganya lebih terjangkau dan juga banyak dicari warga.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved