Breaking News:

Berita Kalteng

VIDEO Pendapatan Asli Daerah Kalteng dari Tambang Meningkat

Dinas ESDM Kalteng mencatat royalti tambang hingga November 2020 sudah mencapai Rp 1,5 triliun dari target nasional Rp 976 miliar.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Lalu lintas kapal penumpang dan kapal barang, termasuk kapal angkutan tambang bijih besi, berlangsung lancar di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah.

Diperkirakan sehari mencapai belasan kapal yang keluar masuk muara sungai. Sedangkan saat kemarau, operasional angkutan tambang sempat terhenti karena air surut.

Sementara itu, kelancaran pengiriman bahan mentah hasil tambang Kalteng berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) Kalteng.

Data yang terhimpun dari Dinas ESDM Kalteng, royalti tambang hingga November 2020 mencapai 148 persen dari target nasional Rp 976 miliar, kini sudah mencapai Rp 1,5 triliun.

Baca juga: ESDM Kalteng Lakukan Pengawasan, Royalti Tambang Batu Bara Terus Naik

Baca juga: Gubernur Kalteng Awasi Tambang Pakai Sistem Online, Royalti Capai Segini

Baca juga: Royalti Tambang Bisa Bangun Infrastruktur Kalteng, Saat Ditangani Pusat Pengusaha Banyak Menunggak

Baca juga: Tongkang Batubara dan Biji Besi Kembali Beroperasi, Royalti Tambang Kalteng Capai Rp 2,2 Triliun

Alhamdulillah, untuk total pendapatan untuk PAD Kalteng dan nasional mencapai Rp 8,2 triliun. Capaian selama empat tahun terahir yang luar biasa, Dinas ESDM Kalteng menyumbangkan untuk PAD salah satu yang terbanyak. Tahun 2020, sampai November tadi, royalti mencapai Rp 1,5 triliun dari target nasional Rp 976 miliar,” kata Ermal Subhan, Kepala Dinas ESDM Kalteng.

Perbandingan PAD sejak tahun 2015 hanya Rp 135 juta, sehingga pengawasan diperketat dan berpengaruh pada royalti terus naik, sampai tahun 2020 mencapai Rp.1,6 miliar lebih.

Pemprov Kalteng dianggap patuh dalam mengelola PNBP mineral dan batu bara oleh pemerintah pusat, sehingga mendapatkan penghargaan pertama kali dalam upaya peningkatan PAD.

“Kami terus berupaya melakukan peningkatan pemasukan untuk PAD dan merapikan perizinan serta menyampaikan kepada pengusaha untuk taat aturan dan kewajiban. Secara bertahap kami atur dalam pengawasan dan pengelolaan sehingga PAD naik signifikan,” ujar Ermal.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved