Breaking News:

Berita Jakarta

Masa Pandem Covid-19, PGRI Pusat Minta Guru Bisa Beradaptasi di Era Digital

Kendala pembejaran jarak jauh di masa pandemi menuntut guru harus bisa lebih kreatif lagi untuk mengajar kepada anak didik.

Editor: Alpri Widianjono
FB TANAH LAUT DALAM BERITA
Anak Desa Pantailinuh, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sedang mencari akses internet untuk bisa mengerjakan tugas dari gurunya. Gambaran ini cukup ramai dibahas warganet. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat para guru mendadak harus mengubah cara mengajarnya selama ini tatap muka dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Itu pun harus disertai perangkat yang mendukung PJJ, serta harus memahami dan bisa mengoperasikan berbagai aplikasi.

Dalam perjalanannya, tak sedikit yang kerepotan dengan perubahan mendadak demikian. Apalagi guru di daerah pelosok yang tidak terdukung koneksi internet.

Karena itu pula, guru yang terkendala PJJ terpaksa melakukan pertemuan dengan anak didik. Itu pun secara terbatas dan dengan menerapkan protokol kesehatan supaya sama-sama aman, baik pendidiknya maupun anak didiknya.

Baca juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Baru 3 SMP Sampaikan Usulan ke Disdik Kabupaten Banjar

Baca juga: Covid-19 Palangkaraya Tinggi, Rencana Pembelajaran Tatap Muka Belum Ada Kepastian

Hal ini juga yang menjadi perhatian pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia pusat, Keprihatinan mereka terhadap sejawat, terlebih di daerah.

Seperti dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal PGRI, Jejen Musfah, sistem pendidikan dan guru tidak disiapkan untuk menjalani PJJ di masa pandemi.

Karena itu, menurutnya, guru harus mampu beradaptasi dalam memberikan pembelajaran melalui perangkat digital.

"Sistem pendidikan kita atau guru kita tidak disiapkan utk PJJ. Maka problemnya adalah guru harus memiliki sifat pembelajar. Mereka harus bisa beradaptasi dalam situasi digital," ujar Jejen dalam webinar Seminar Nasional ISNU DKI dan Haul Gusdur ke-11, Kamis (31/12/2020).

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotabaru Dukung Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Baca juga: Resmi, Disdikbud Kabupaten Tanbu Tunda Pembelajaran Tatap Muka pada Januari 2021

Kondisi pembelajaran pada wilayah yang tidak ada jaringan internet, juga perlu mendapatkan perhatian. Kehilangan pembelajaran atau loss learning dapat terjadi, jika tidak ada terobosan dalam pembelajaran.

"Apalagi banyak guru yagg dalam posisi dalam kategori yang dimana fasilitasnya tidak ada Internet. Pasti masih ada di era pandemi, akhirnya membuat guru tidak bisa kreatif dan akhirnya itu yang dikatakan pemicu loss learning," imbuh dia.

Kreativitas pembelajaran selama pandemi Covid-19 sangat diperlukan untuk menghindari potensi loss learning.

Dalam keterbatasan, Jejen meminta para guru untuk kreatif dalam memberikan pembelajaran kepada anak didik.

Baca juga: Covid-19 Belum Melandai, Disdikbud Kalsel Minta Kabupaten Kota Tak Terburu-buru Terapkan Tatap Muka

Baca juga: Balangan Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Kendala Belajar Online Jadi Pertimbangan

"Kita perlu banyak guru-guru yang punya komitmen dan kreativitas dalam mengajar. Dengan demikian, saat PJJ tidak bisa dilaksanakan, mereka bisa melakukan pembelajaran dengan bermakna," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PGRI: Guru di Indonesia Tidak Disiapkan untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved