Breaking News:

Penanganan Covid 19

Satgas Covid-19 Imbau Warga Hindari Praktik Jual Beli Surat Hasil Tes PCR

Beredarnya informasi adanya jual beli surat palsu hasi tes tes polymerase chain reaction (PCR) ditanggkap Satgas Covid-19.

screenshot
Prof. Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Beredarnya informasi adanya jual beli surat palsu hasi tes tes polymerase chain reaction (PCR) ditanggkap Satgas Covid-19.

Satgas Covid-19 meminta masyarakat menghindari praktik semacam itu.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak terlibat.

Wiku menyampaikan hal tersebut menanggapi adanya oknum yang diduga memperjualbelikan surat hasil tes PCR palsu melalui media sosial.

"Segera melaporkan pada pihak yang berwenang jika mengetahui adanya praktik pelanggaran serupa," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).

Baca juga: Cegah Covid-19, Dinkes HSU Ambil 600 sampel untuk pemeriksaan Swab

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 66 Orang Positif, Terbanyak dari Kabupaten Tala

Wiku mengatakan, dari segi hukum pidana, tindakan menyediakan surat keterangan dokter palsu dapat dikenai sanksi seperti yang diatur dalam Pasal 267 ayat 1 KUHP dan Pasal 268 ayat 1 dan 2 KUHP.

Hukumannya, yakni pidana penjara selama empat tahun.

Pada masa pandemi seperti ini, kata Wiku, seharusnya masyarakat menyadari bahwa tindakan pemalsuan surat keterangan hasil tes PCR sangat berbahaya.

Sebab, surat tersebut menjadi dokumen persyaratan perjalanan yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penularan virus.

Bukan tidak mungkin, orang yang memanfaatkan surat itu ternyata positif Covid-19 dan menularkan virus ke banyak orang.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved