Breaking News:

Tajuk

Tahun Berat di 2021

Menyikapi Tahun 2021, ada yang merasa optimistis segalanya bakal berubah

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari ini, Kamis 31 Desember merupakan hari terakhir di Tahun 2020. Tinggal sehari menjelang, bakal memasuki Tahun 2021. Selama 2020, pandemi covid-19 menghantam sendi kehidupan dan perekonomian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Sampai jelang tutup tahun, pandemi ini seakan tiada tanda berakhir.

Menyikapi Tahun 2021, ada yang merasa optimistis segalanya bakal berubah. Setelah nyaris setahun berjibaku dengan covid-19, maka tahun baru 2021 memunculkan asa bahwa Indonesia akan bangkit.

Ya, selama 2020, nyaris semua tenaga, pikiran dan prioritas diarahkan pada bagaimana menangani covid-19. Bukan hanya pemerintah, masyarakat pun terkena dampaknya. Semua aktivitas tak lagi seperti biasanya, harus mengikuti standar protokol kesehatan. Aktivtias terbuka dan mengupulkan orang banyak tak lagi ada.

Demikian pula pertemuan-pertemuan tatap muka baik untuk kepentingan bisnis maupun kepentingan lainnya nyaris tiada lagi dilakukan, kecuali beberapa bulan terakhir. Hampir semua aktivitas dialihkan ke platform digital. Rapat menggunakan aplikasi seperti zooms meeting. Pargelaran acara dilakukan secara daring disiarkan melalui platform media sosial seperti Youtube, Facebook dan Instagram.

Setelah sangat terbiasa seperti itu, tak terasa awal tahun baru menjelang. Lantas, apakah tahun baru 2021 bakal lebih baik dari 2020? Wallahualam. Namun, hampir bisa dipastikan sejumlah bantuan pemerintah akan dihentikan dan sebagian lagi bakal diteruskan.

Pemerintah akan menghentikan pemberian fasilitas pajak di masa pandemi Covid-19. Selain itu, pemerintah juga akan menghentikan batuan sosial (bansos) Tahun 2021 di antaranya Bansos Sembako (BSS), Bansos Beras (BSB), dan lain-lain. Adapun Bantuan Sosial Tunai (BST) tetap dilaksanakan di 2021 namun dengan target hingga pertengahan tahun.

Jika dilihat dari semua rencana pemerintah mengurangi item bantuan, yang kemungkinan bakal terdampak adalah dunia usaha yang memiliki karyawan cukup besar. Selama pandemi covid-19 2020, insentif pajak sangat membantu.

Dengan ditemukannya vaksin corona memang menjadi salah satu kemungkinan yang dapat membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian masyarakat. Namun, hal itu tentu saja tidak serta merta kestabilan ekonomi nasional kembali ke titik positif seperti sebelum hadirnya wabah Covid-19 ke Indonesia.

Stimulan-stimulan harus tetap diberikan oleh pemerintah untuk menggerakkan lagi roda perekonomian mulai dari level bawah hingga pelaku ekonomi kelas atas. Demikian pula stimulus di bidang kesehatan tidak bisa diabaikan. Digratiskannya vaksin covid-19 adalah langkah baik Presiden Joko Widodo yanga juga membawa dampak positif bagi psikologis masyarakat Indonesia.

Harus disari, 2021 merupakan tahun berat. Sebab masa pemulihan biasanya memerlukan waktu yang lebih lama dari sebuah bencana. Apalagi jika tahun 2021 akan lebih baik itu hanya retorika, tanpa ada rencana yang jelas dan terukur. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved