Breaking News:

Berita Tapin

Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Tapin Ditunda, Pembelajaran Jarak Jauh Diteruskan

Rencana pembelajaran tatap muka di Tapin ditunda. Pembelajaran jarak jauh diteruskan

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
Disdik Tapin untuk BPost
Rapat Kordinasi Rencana Pembelajaran Tatap Muka di kediaman Bupati Tapin. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Rencana pembelajaran tatap muka  di semua jenjang pendidikan yang semula direncanakan akan dilangsungkan, pada (04/01/2021) akhirnya dinyatakan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan, Jumat, (01/01/2021).

Penundaan pembelajaran tatap muka disepakati dalam rapat yang dilaksanakan di kediaman Rumah Dinas Bupati Tapin.

Hadir dalam rapat tersebut, Jajaran Dinas pendidikan Kabupaten Tapin, Bupati Tapin, forum kordinasi pemerintahan daerah kabupaten Tapin, Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Ratu Sanggul, Dinas Sosial, Satpol PP dan Damkar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Hj. Ahlul Jannah saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id mengatakan penundaan rencana pembelajaran tatap muka untuk semua jenjang sekolah sudah di sepakati bersama.

Baca juga: Covid-19 Meningkat, Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di HST Ditunda

Baca juga: Tanahlaut Tunda Pembelajaran Tatap Muka, ini yang Jadi Pertimbangannya

"Seperti yang tertera pada surat edaran nomor 421.3/1637/Disdik/2020 tertanggal (31/12/2020), bahwa penundaan rencana pembelajaran tatap muka berdasarkan situasi dan kondisi yang belum memungkinkan," ungkapnya.

Hj. Ahlul Jannah mengatakan dengan demikian maka proses pembelajaran tetap dilaksanakan dengan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) yaitu dengan kegiatan Belajar dari Rumah (BDR).

"Pola pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah (BDR) bisa dapat dilaksanakan secara daring (online) dan secara luring (offline)," tegasnya.

Baca juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Baru 3 SMP Sampaikan Usulan ke Disdik Kabupaten Banjar

Ia mengatakan untuk lebih memudahkan proses BDR, maka pihaknya mewajibkan guru dan tenaga kependidikan untuk tetap masuk ke satuan kerjanya demi optimalisasi dan pemantauan kegiatan belajar siswa.

"Setiap guru dan tenaga kependidikan tetap masuk ke satuan kerjanya setiap hari kerja dengan ketentuan berlaku dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/stan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved