Berita HSS

Diangkut Truk, Jengkol Loksado Dipasok ke Pulau Jawa, Sekali Kirim Tujuh Ton  

MAsyarakat Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), kini sedang panen buah jengkol.

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Aktivitas pemuatan tujuh ton jengkol ke dalam truk, untuk diangkut ke pelabuhan TRisakti Banjarmasin. Hasil kebun masyarakat Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu dikirim pedagang pengumpul setempat untuk selanjutnya dipasarkan ke Pulau Jawa. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - MAsyarakat Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), kini sedang panen buah jengkol.

Pantauan banjarmasinpost.co.id pekan lalu, di Desa Loklahung ramai aktivitas transaksi jual beli ratusan karung jengkol.

Warga yang memiliki kebun jengkol, menjualnya ke pedagang pengumpul dengan harga Rp 22.000 per kilogram.

Selanjutnya, pedagang pengumpul menggunakan jasa angkutan truk, mengangkutnya ke Banjarmasin, untuk dikirim ke pulau Jawa melalui pelabuhan Trisaksi Banjarmasin.

Baca juga: Perlakuan Roy Kiyoshi pada Orangtua, Usai Keluar dari RSKO Cibubur Minta Semur Jengkol

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Aroma Bau Jengkol yang Mudah Dilakukan

Baca juga: Gara-gara Masak Jengkol, Rumah Kakek Asra di Padang Batung HSS Ini Terbakar

Sekali kirim, minimal 7 ton, atau 7.000 kilogram. Biasanya  pengiriman dilakukan dua hari satu kali.

Bisa pula lebih dari dua hari, tergantung pasokan dari pemilik kebun.

“Yang jelas minimal tujuh ton, baru dikirim. Kurang dari itu, rugi biaya angkut,”kata Yudi, pedagang pengumpul.

Yudi adalah pedagang pengumpul jengkol terbesar di Loksado. Untuk sekali kirim itu, dia membutuhkan moal Rp 154 juta. Belum termasuk biaya angkut.

Diapun mengaku sudah bertahun-tahun menggeluti jual beli jengkol tersebut dan bermitra dengan pembeli dari pulau Jawa.

Namun, panen jengkol, juga ada musimnya sehingga usaha itu hanya dilakukan saat musim panen besar seperti sekarang.

Menurut Yudi, tak semua jengkol dari Loksado dikirim ke Pulau JAwa. Adapula yang dipasarkan ke wilayah Kalsel, oleh pedagang pengumpul lainnya.

Baca juga: Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Jengkol Rendang

Disebutkan, hampir seluruh desa di Loksado penghasil buah jengkol. Namun, terbanyak di Desa Kamawakan, Loklahung, serta Haratai atau wilayah bagian atas pegunungan Meratus.

Selain jengkol, Loksado juga penghasil kemiri, kayu manis dan karet serta bambu. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved