Kisah Galuh Kalsel dan Suami Korea

Persiapan Pernikahan Tara dan Woni Sampai Satu Tahun, Ternyata ini Alasannya

Serial drama Korea atau drakor juga kpop bukan sesuatu yang asing lagi di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Noor Masrida | Editor: Eka Dinayanti
Instagram taraerind
Tara Erin Desyanti dan suaminya, Jeon Sang Won atau Woni 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Serial drama Korea atau drakor juga kpop bukan sesuatu yang asing lagi di Indonesia.

Itulah sebabnya kaum hawa tanah air menyukai para bintang yang berada di serial drakor.

Gara-gara drama Korea juga tak sedikit wanita mendambakan menikah dengan pria dari Negeri Ginseng.

Salah satu wanita yang mujur berkenalan dengan pria dari Korea adalah Tara Erin.

Bukan hanya berkenalan Tara bahkan dinikahi dan kini sukses menjadi YouTuber bersama suaminya yang asal Korea Selatan, Jeon Sang Won atau akrab disapa Woni.

Baca juga: Galuh Kalsel Tara Erin dan Jeon Sang Won Sukses Berbagi Kisah Manis Lewat Youtube

Baca juga: Awal Mula Pertemuan Galuh Banjar Tara Erin dan Woni, si Pria Korea Terpukau Foto di Instagram

Baca juga: Pernikahan Adat Banjar Tara dan Woni Ditonton Jutaan, Penampilan Ayah-Ibu Mertua Curi Perhatian

Namun ada cerita menarik di mana keduanya tak bisa langsung mendapatkan status sebagai pasangan suami istri dari Korea lho.

Melansir salah satu video di kanal YouTube Tarawoni TV, Senin (4/1/2021) diceritakan keduanya kalau persiapan pernikahan bahkan dilakukan selama satu tahun.

Ternyata hal tersebut berkaitan dengan dokumen-dokumen pernikahan dari dua negara.

"Sampai sekarang aku nggak ngerti harus ngapain, untung ada Tara yang ngurusin ini itu. Nggak kebayang kalau ngurusinnya nggak ada dia," aku Woni pada video berjudul 'Cara Ngurus Dokumen Nikah dengan Oppa Korea'.

"Soalnya dokumennya banyak banget, makanya kalau mau diakui pernikahan kita dari kedua negara itu ngurusnya satu tahun," tambah Tara yang merupakan Galuh Kalimantan Selatan tahun 2016 itu.

Tara dan Woni diketahui menikah pada 22 Februari 2020 di Banjarmasin lalu sah dinyatakan sebagai suami istri di mata agama dan negara.

Namun status tersebut belum diakui di Korea lantaran mereka masih harus mengurus sejumlah dokumen pernikahan di kedutaan besar.

"Kita nikah resmi secara negara di Indonesia udah dari Februari, tapi kalau di Korea dia masih single alias belum berkeluarga," beber Tara.

"Jadi ngumpul berkas dulu ke kedutaan besar Korea Selatan di Indonesia, dari waktu pengumpulannya kita nunggu lagi sampai 3 minggu," tambahnya.

Adapun berkas-berkas yang harus dia dan suami kumpulkan cukup banyak dan pengurusannya di Indonesia juga cukup memakan waktu.

Berkas tersebut di antaranya Passport suami istri, surat keterangan domisili di Jakarta, Kitas, buku nikah, kartu keluarga Indonesia dan Korea, dan lain-lain.

Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved