Breaking News:

Berita Batola

Imbas Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Batola Ini Perkecil Ukuran

Kendati belum menaikkan harga jual, tempe dengan label Harapan Bersama (HB) yang diproduksi Santi mengalami pengecilan ukuran pada biasanya

banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Santi, pemilik usaha tempe di gang salatiga, Kelurahan Marabahan Kota, Kabupaten Barito Kuala. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kendati belum menaikkan harga jual, tempe dengan label Harapan Bersama (HB) yang diproduksi Santi mengalami pengecilan ukuran pada biasanya. 

Hal ini terpaksa ia lakukan guna menghindari kerugian di saat harga bahan baku keledai melonjak naik. 

"Biasanya tiba di rumah dengan harga 7 ribu rupiah jingga 8 ribu, sekarang sudah 10 ribu per kilonya," Beber Santi, Selasa, (05/01/2021). 

Di rumah produksi tempe yang beralamat di Gang Salatiga, Kelurahan Marabahan Kota ini, Santi bersama suami dan tujuh karyawannya biasa mampu memproduksi hingga 250 hingga 300 kilo per hari. 

Baca juga: Harga Kedelai Naik Rp 1000, Perajin Tempe di Banjarbaru Terpaksa Kurangi Volume

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Banjarbaru Mulai Naikkan Harga

Dengan hasil 800 hingga 1000 keping tempe, dengan berat empat hingga lima ons. Tergantung besaran kepingan pembuatannya. 

Terkait kenaikan harga kedelai ini, ia mengalaminya sekitar seminggu terakhir. Sehingga mencoba mengantisipasi kerugian dengan mengurangi berat atau ukuran tempe yang ia produksi. 

"Biasanya rata-rata berat 5 ons, kali ini 4,8 hingg 4,7 ons saja, harga ecer tetap 5 ribu rupiah," Cetusnya. 

Santi pun menambahkan, meski ada perubahan berat pada ukuran tempe dengan harga yang sama, permintaan di Batola sendiri tetap tinggi. Karena sejumlah suplai dari Kota Banjarmasin terbatas. (banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri) 

Penulis: Muhammad Tabri
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved