Breaking News:

Berita Banjarmasin

50 Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Ikuti Program Kerja Pengabdian Masyarakat

Sejumlah mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
BEM UIN Antasari Banjarmasin
Sejumlah mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak 25 Desember hingga 4 Januari itu, diikuti sedikitnya 50 mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.

Ketua Umum BEM UIN Antasari Muhammad Syahri Husaini menyampaikan, program kerja pengabdian masyarakat, merupakan program unggulan BEM UIN Antasari Banjarmasin.

Syahri mengatakan kegiatan itu terbagi dari berbagai bidang, di antaranya Keagamaan, seni budaya dan pariwisata, pendidikan, kesehatan.

Baca juga: Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 ke level Rp 971.000 Per Gram, Berikut Rinciannya

Baca juga: Siswa SD/SMP/SMA Pemegang KIP Raih Dana PIP Rp 450.000 hingga Rp 1 Juta, Cek pip.kemdikbud.go.id

Baca juga: MULAI HARI INI, Bisa Klaim Token Listrik Gratis PLN Januari 2021, Lakukan 3 Cara untuk Raih Subsidi

Untuk program bidang keagamaan, kata Syahri, ada sosialisasi dan penerapan terkait toleransi beragama, selain itu ada kegiatan bersih-bersih tempat ibadah seperti mushola, pura.

Di Desa Liyu terdapat empat agama yang berbeda yakni, Islam, Kristen, Hindu dan Budha.

Sedangkan bidang pendidikan yakni, mengajar anak-anak ilmu umum untuk semua dan agama (khusus Islam), adat seni budaya, melakukan penggalian, meneliti dan mengenalkan budaya Desa Liyu ke luar.

“Untuk bidang pariwisata, kami melaksanakan pelatihan administrasi, membuat bangunan untuk spot foto, dan gazebo, serta bantu mempromosikan objek wisata yang ada,’’ ujar Syahri, Kamis (07/01/2021).

Sedangkan untuk bidang ekonomi, lanjut Syahri melakukan penelitian dan pengembangan potensi ekonomi, yang ada di Desa tersebut.

Untuk kesehatan, sosialisasi PHBS kepada warga.

Lewat kegiatan tersebut, pihaknya berharap masyarakat adat pedalaman makin diperhatikan oleh pemerintah setempat, mengingat adat dan budaya yang perlu dijaga dan juga potensi wisata alam.

“Kami secara khusus memilih Desa Liyu, karena desa ini termasuk desa yang paling ujung di wilayah balangan, serta banyak adat dan budaya bahari yang perlu di jaga kelestariannya, juga mempunyai potensi wisata alam yang sangat melimpah," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved