Berita HSS

Sekda HSS dan Kadispera-KPLH Pantau Pengendalian Limbah, ini Penjelasan PT AGM

Sekda HSS HM Noor mengatakan, pantauan ke lokasi bersama jajaran DisPera-KPLH dilaksanakan Rabu 6 Januari 2021, dalam rangka melakukan evaluasi

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
protokol dan kehumasan hss
Sekda HSS dan Kepala Dinas Pera-KPLH HSS melaksanakan pemantauan ke lokasi pengelolaan dan penanganan limbah air bekas penambangan di area PT AGM dan KUD Karya Murni, Rabu 6 Januari 2021 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan H Muhammad Noor, bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Kadipera-KPLH) Ronaldy Prana Putra melakukan pemantauan terhadap terhadap penanganan pengendalian air limbah tambang batu bara oleh PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan KUD Karya Murni.

Sekda HSS HM Noor mengatakan, pantauan ke lokasi bersama jajaran DisPera-KPLH dilaksanakan Rabu 6 Januari 2021 kemarin, dalam rangka melakukan evaluasi.

“Evaluasi sejauh mana kesepakatan-kesepakatan yang sudah dibuat, dilaksanakan di lapangan. Sudah sejauh mana progres pekerjaan yang sudah dicapai,” kata Sekda.

Baca juga: Wajah Anaknya Mirip Han Ji Pyeong, Tya Ariestya: Jangan-jangan Dia Suamiku

Baca juga: Jual Rumah dan Binatangnya, Lucky Hakim Juga Mundur dari Dunia Hiburan Pasca Pilkada Indramayu

Baca juga: Kebakaran Kawasan Padat Penduduk Pahandut Palangkaraya, Hanguskan 24 Bangunan

Menurut Sekda, Pemkab HSS akan terus mengawasi dan mengawal pelaksanaan pengendalian limbah air dari tambang tersebut hingga benar-benar terlaksana sesuai kesepakatan.

“Harapan kita air yang masuk ke Sungai Amandit dari pertambangan adalah air yang tidak tercemar. Sebab, banyak masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya, Kamis (7/1/2021).

Dijelaskan pemantauan didampingi tim pengelola limbah air PT AGM, yaitu di titik lokasi operasional pengolahan air limbah dan settling pond, dan water treaatment system.

Selanjutnya, pemantauan dilakukan ke pengelolaan limbah tambang oleh KUD Karya Murni di titik keluarnya air dari area tambang menuju Sungai Amandit.

Pemantauan juga menyisir penambangan pasir dan batu di kawasan Padang Batung.

Sebelum melakukan pemantauan, terlebih dahulu mendengarkan penjelasan pihak PT AGM dan KUD Karya Murni selaku penambang batu bara di wilayah HSS.

Penjelasan terkait pengendalian air limbah PT AGM disampaikan secara teknis oleh Kepala Teknik Tambang, Imam Arifianto.

Imam menyebutkan, untuk penanganan jangka pendek, adalah meminimalkan air masuk ke sungai dari settling pond.

“Pertama melakukan penambahan titik injeksi chemical, yang kedua pengalihan aliran air dari disposal KUD Karya Murni, yang ketiga penyedotan lumpur kolam-kolan settling pond induk. Kemudian membuat shortcut, membuat tanggul di inlet settling pond induk dan membuat saluran pemisah air buangan tambang dan air non tambang. Terakhir, membuat water treaatment system," jelas Imam.

Disebutkan, untuk jangka panjang, memisahkan air akibat operasional dan air non operasional yaitu air dari hutan lindung.

Selanjutnya membuat saluran pemisah air antara sumber kegiatan tambang dan non tambang, untuk mengurangi volume/ debit air run off yang masuk ke sedimen untuk mengurangi biaya pengelolaan air limbah tambang.

“Hingga saat ini proses pelaksanaan pembuatan saluran dengan total panjang saluran 1.84 kilometer sudah terlaksana 150 Meter,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved