Breaking News:

Berita Kotabaru

Bantuan Perumahan Eks Kebakaran di Kotabaru Tengah, Luas Tanah Dimungkinkan Menyusut

Ukuran tanah bantuan rumah warga eks kebakaran di Kelurahan Kotabaru Tengah dimungkinkan menyusut lagi dari semula. 

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kepala Disperkim Kotabaru, Selamat Riyadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kotabaru, Selamat Riyadi menyatakan, kemungkinan ukuran tanah dimiliki warga eks kebakaran di Kelurahan Kotabaru Tengah bakal menyusut lagi. 

Semula luas tanah bervariasi masing-masing dimiliki warga korban kebekaran beberapa bulan lalu, akan ditata. Masing-masing pemilik diseragamkan 6x13 meter persegi.

Menurut Selamat ukuran itu, sebelumnya disampaikan ke Kementerian PUPR terkait rencana pembangunan rumah sehat oleh pemerintah di lokasi itu.

Namun dimungkinkan, ukuran 6x12 meter persegi per pemilik bisa berkurang. Dengan alasan, karena luas tanah yang di area yang terbakar tidak mencukupi untuk dibagi seluas itu (6x12).

Baca juga: Basarnas Serahkan 8 Kantong Jenazah ke Tim DVI dan KNKT, 5 Kantong Berisi Potongan Tubuh Manusia

Baca juga: Update Covid-19 Kota Banjarbaru: Total Positif 1.751 Orang

Baca juga: Sempat Ditutup Pasca Petugas Terpapar Covid-19, Disdukcapil Tanbu Akan Kembali Buka Layanan

Sebab sebagian pemilik tanah ada yang menolak terkait penyeragaman luas tanah, upaya pemerintah melakukan penataan di lokasi yang sebelumnya merupakan kawasan padat permukiman penduduk. 

"Kemungkinan berkurang tidak lagi berukuran 6x12. Dari luasan keseluruhan tanah tidak cukup kalau dibagi 6x12. Sebab ada yang menolak. Memang pengukuran sebelumnya dari luas keseluruhan kalau dibagi masing-masing dapat 6x12 cukup. Tapi ada yang tidak setuju," katanya. 

Diakui dia, sebelumnya data disampaikan ke Kementerian pemilik mendapat 6x12. Karena dimungkinkan luasan akan berkurang, rencana pihaknya kembali melakukan rapat dengan pemilik. 

"Jadi akan dirapatkan lagi dengan pemilik," terang Selamat kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (10/1/2021).

Bagaimana jika ada pemilik tanah lainnya tidak setuju kurang 6x12 ?, ia belum merincikan. "Makanya harus dilakukan rapat lagi dengan pemilik tanah," ujar Selamat. 

Namun sambung Selamat, ia sudah memiliki alternatif apabila pemilik tidak setuju luas tanah 6x12 menyusut lagi. Yakni ukuran berkurang, tapi bangunan rumah dibikin bertingkat. 

"Solusinya mungkin seperti itu. Kalau luasan berkurang, bangunannya ditambah ke atas (bertingkat)," pungkasnya. 

(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved