Breaking News:

Motif dan Model Sasirangan Teranyar

Menariknya Sasirangan Dikombinasi Tas Purun, Pembelinya Sampai Malaysia

Tas dari kain Sasirangan tak hanya diminati di luar Kalimantan, hingga warga Malaysia.

Dari Nana untuk BPost
Salah satu tas Sasirangan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID - Ingin tampil gaya, tak hanya mengenakan tas terbuat dari kulit di acara kawinan atau sekedar jalan-jalan. Tas dari Sasirangan pun tidak kalah fashionnya saat dipakai buat kondangan.

Malah tas Sasirangan yang tertarik membeli berasal dari Jawa, Sumatera hingga warga Malaysia.

Menurut Ratna Rabita, Owner Rabita Sasirangan Banjarbaru, tas dari kain Sasirangan yang diproduksinya tak hanya diminati di luar Kalimantan, hingga warga Malaysia.

"Ada warga Malaysia yang tertarik ingin memesan tas dan kain Sasirangan. Cuma, saya pernah sekali mengirim ke negeri Jiran, biaya ekspidisi pengiriman barang lebih mahal dibanding harga tas Sasirangannya," kata Ratna.

Baca juga: Ditempel di Helm hingga Sepeda Motor, Kain Perca Sasirangan Ternyata Cukup Diminati

Baca juga: Baca Peluang Pasar, Pengrajin di Banjarmasin Produksi Motif Sasirangan Limited

Baca juga: Ciptakan Sasirangan Motif Nenas, Desainer Banua Tembus Fashion Nasional dan Internasional

Ditambahkan dia, potensi pangsa pasar di Malaysia cukup besar mengingat banyak Urang Banjar yang tinggal di negeri jiran tersebut.

Dia mengatakan, selama ini yang memesan tas maupun kain Sasirangan cukup banyak dari luar Kalimantan seperti Jawa, Sumatera dan lain-lain.

Pengrajin Sasirangan lainnya, Muhammad Arifin dari Rumah Kreatif dan Pintar Banjarmasin menginovasi tas purun dengan kombinasi Sasirangan. 

"Alhamdulillah, awalnya tas purun polos yang harganya Rp 5.000 sampai Rp 10.000, sekarang lebih berharga. Paling murah sekarang Rp 45.000 bila dibikin sederhana. Tapi, kalau dimodifikasi dengan Sasirangan dan motif menarik bisa menjadi Rp 250.000 per pcs," jelasnya.

Malah, kata dia, tiap bulan Kementerian Lingkungan Hidup memesan tas purun Sasringan ini 1.000 pcs.

Baca juga: Sasirangan Ecoprint Lagi Ngetren, Daun Singkong dan Rumput Pun Jadi Motif Unik

"Ini sangat membanggakan, berarti sudah bisa go nasional," tegasnya.

Arifin juga bercerita, yang mengerjakan Sasirangan tak hanya yang normal juga difable dan 'alumni' Lapas. "Kita berusaha memberdayakan mereka," tegasnya.(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved