Breaking News:

Motif dan Model Sasirangan Teranyar

Sasirangan Ecoprint Lagi Ngetren, Daun Singkong dan Rumput Pun Jadi Motif Unik

Lagi Ngetrend, ecoprint Sasirangan unik dan hasilnya limited edition, karena setiap lembar tidak ada yang samanya

Lina untuk BPost
Kain Sasirangan dari daun singkong. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Sasirangan merupakan kain sakral warisan abad XII saat Lambung Mangkurat menjadi patih Negara Dipa.

Awalnya sasirangan dikenal sebagai kain untuk batatamba atau penyembuhan orang sakit.

Kain sasirangan harus dipesan khusus terlebih dahulu (pamintaan), sehingga pembuatan kain sasirangan seringkali mengikuti kehendak pemesannya.

Oleh karena itu, Urang Banjar seringkali menyebut sasirangan kain pamintaan yang artinya permintaan. 

Baca juga: Travel - Galeri Terapung Wisata Kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin Pamerkan Produk Sasirangan

Baca juga: KalselPedia - Dinding SMPN 9 Banjarmasin Dihiasi Lukisan Sasirangan dan Mural Pasar Terapung

Selain untuk kesembuhan orang yang tertimpa penyakit, kain ini juga merupakan kain sakral, yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat.

Bersamaan waktu, kain Sasirangan bertranformasi, menyesuaikan perkembangan zaman, dipakai buat acara formal, sehari-hari bahkan bisa dipakai buat fashion.

Semua ini berkat kreatifivitas pengrajin serta keterlibatan designer merancang motif Sasirangan menyesuaikan perkembangan zaman dan permintaan pasar.

Sekarang ini yang lagi ngetreng pembuatan kain Sasirangan ecoprint.

"Saat ini cukup rame orang membikin kain eco print Sasirangan," kata Rakhmalina Bakhriati, Ketua Koperasi Jalujur Banua Bawarna atau Borneo Braid.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved