Breaking News:

Banjir di Tanahlaut

Masjid Tergenang Banjir, Warga Kecamatan Kurau Tanahlaut Salat Berjemaah di Atas Apar-apar

Warga harus salat di atas apar-apar Masjid Nurul Hidayah di lingkungan RT 3 Desa Handilnegara Kurau, Tanahlaut, yang tergenang banjir.

JUNAIDI UNTUK BANJARMASINPOST.CO.ID
Warga Desa Handilnegara Kabupaten Tanahlaut salat di atas apar-apar di Masjid Nurul Hidayah setempat. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Banjir yang melanda sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tak hanya menggenangi ratusan rumah warga.

Selain itu juga membanjiri langgar serta masjid. Meski begitu, sebagian warga tetap menunaikan salat lima waktu secara berjemaah di tempat ibadah setempat.

Contohnya warga yang bermukim di sekitar Masjid Nurul Hidayah di lingkungan RT 3 Desa Handilnegara. Tempat ibadah ini sejak lebih dua pekan silam tergenang setinggi sekitar belasan sentimeter.

Meski begitu sebagian warga sekitar tetap salat berjemaah di masjid tersebut. Mereka mendirikan apar-apar atau sejenis lantai darurat terbuat dari papan kayu sekitar setengah meter sehingga aman dari banjir.

Baca juga: Bocah Tenggelam di Pelaihari Belum Ditemukan, Tim SAR Turun dan Lanjutkan Penyisiran Sungai Pagi Ini

Baca juga: Polda Kalsel Buka Pendaftaran Anggota Polri Jalur Sarjana, Berikut Bidang Sarjana yang Bisa Daftar

Baca juga: Banjir Nyaris Setinggi Rumah, Warga Pengaron Ini Tetap Bertahan di Rumah Jaga Orangtua Sakit Stroke

"Bebeberapa warga kami terutama.yang ada di sekitar masjid memang tetap salat berjemaah. Ada dibikin apar-aparnya," ucap Sufian Sauri, kades Handilnegara, Selasa (12/1/2021).

Ia menuturkan saat ini genangan banjir di kampungnya makin dalam. Seluruh wilayah kebanjiran yakni RT 1, 2, dan 3.

Sebanyak 189 unit rumah yang terpapar banjir dengan kedalaman genangan dindalam rumah sekitar 30-40 sentimeter.

Di wilayah Kecamatan Kurau, banjir terparah terjadi di Handilnegara dan Desa Kalibesar.

Sebanyak 230 unit rumah di Kalibesar yang terpapar banjir pada semua RT yakni RT 1 hingga 5. Ketinggian genangan terdalam di dalam rumah sekitar lutut orang dewasa.

Tempat ibadah di Kalibesar juga kebanjiran. Namun sebagian warga sekitar juga tetap salat di atas apar-apar.

"Kalau langgar tidak bisa lagi digunakan karena dalam genangan. Di Masjid Sirajudin masih bisa, pakai apar-apar," sebut Saprudin, kades Kalibesar.

(banjarmasinpost.co.id/roy

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved