Breaking News:

Sport

Suka Meniru Gerakan Pemain Pro di Youtube, Pebasket Banjarbaru Ini Suka Tiru Kelsey Plumm

Kalau gerakan Ayu suka mencontoh Christine Aldora Tjundawan untuk pemain Indonesia, kalau pemain luar negeri Kelsey Plumm

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Hari Widodo
istimewa
Pebasket putri asal Banjarbaru peraih medali emas Porprov 2017, Ayuni Putri Kusumah. 

Editor : Hari Widodo
 
BANJARMASINPOST.CO.ID - Ayuni Putri Kusumah, pebasket asal Banjarbaru ini dikenal memiliki segudang prestasi.

Mulai dari peraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2017 hingga MVP Developmental Basketball League (DBL) 2019.

Ia pun kerap menjadi ujung tombak andalan di sekolahnya.

Hasil itu tidak didapatkan secara mudah, namun melalui proses konsistensi dirinya sejak usia dini.

Baca juga: Atlet Basket di Banjarbaru Masih Latihan Mandiri, Ini Alasan Perbasi Banjarbaru

Baca juga: Pelatih Basket Kabupaten HST Sebut Perlu Tambahan Kejuaraan

Gadis yang biasa disapa Ayu ini sudah menyukai basket sejak dirinya sejak masih di Sekolah Dasar.

Berkat talenta yang dimilikinya, saat menginjak Kelas 6 SD Ayu diajak temannya sesama murid SD Banjarbaru Utara 2 untuk  bergabung ke Club Banjarbaru Junior.

Di sana Ayu mulai mengembangkan visi dan misinya bermain basket. Selain itu, ia mulai mempelajari gerakan para pemain-pemain basket profesional melalui Youtube.

"Kalau gerakannya Ayu suka mencontoh Christine Aldora Tjundawan untuk pemain Indonesia, kalau pemain luar negeri Kelsey Plumm," jelas Ayu pada Selasa (12/1/2021).

Memasuki Sekolah Menengah Pertama, Ayu menyatakan bahwa sosok pelatihnya merupakan inspirasi dan sangat berperan besar dalam pengembangan permainan basketnya.

"Almarhum Bang Ully, pelatih saya saat itu selalu mencarikan dasar-dasar agar saya bisa meniru gerakan atlet profesional," kenangnya.

Saat memasuki Sekolah Menengah Atas, ia pun berhasil meraih medali emas di Porprov 2017.

Pencapaian tersebut dianggapnya merupakan salah satu momen paling membahagiakan selama menggeluti dunia basket.

Namun ia juga harus merasakan pengalaman pahit, yaitu saat Final DBL 2019. Walaupun terpilih sebagai MVP, ia gagal membawa tim sekolahnya juara.

Pelatih Basket Putri Banjarbaru dan SMAN 1 Banjarbaru, Hapsana Wicaksono kagum atas etos kerja Ayu yang selalu ingin lebih baik. 

"Ia selalu memanfaatkan waktu luang untuk mengasah skillnya, baik di sekolah maupun di rumah," jelasnya.

Selain itu, ia mengapresiasi Ayu yang memiliki mental juara dan mampu menjadi pemimpin untuk teman-temannya dalam pertandingan.

Baca juga: Ukir Prestasi di Basket, Ayu Ungkap Dukungan Penuh Sang Papa

Hasilnya pun memuaskan. Adapun prestasi individu yang di raihnya di antaranya Most Valuable Player (MVP) Loop 3x3 2017, Developmental Basketball League (DBL) first team 2018, MVP DBL 2019, DBL first team 2019 dan MVP Kanaan cup 2019.

Sedangkan dengan tim Banjarbaru di antaranya peringkat pertama Kejuaraan provinsi (Kejurprov) 2016, peringkat pertama Porprov 2017, Peringkat kedua Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2018, Peringkat kedua Kejurprov 2018, peringkat kedua Kejurprov 2019 dan masih banyak lagi. 

(Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved