Breaking News:

Berita Tapin

Tingkat Perceraian di Kabupaten Tapin Mencapai 384, Ini Kasus Yang Mendominasi

Angka perceraian di Kabupaten Tapin mencapai 384 dari 548 perkara yang masuk di Pangadilan Agama Rantau. Selasa, (12/01/2021).

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/stanislaus Sene
Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Rantau, H. Fatmawati. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Angka perceraian di Kabupaten Tapin mencapai 384 dari 548 perkara yang masuk di Pangadilan Agama Rantau. Selasa, (12/01/2021).

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Rantau, H. Fatmawati kepada Banjarmasinpost.co.id mengatakan angka perceraian yang paling mendominasi dalam perceraian dikarenakan faktor ekonomi.

Ia mengatakan untuk perkara 2020 sampai akhir Desember 2020 lalu mencapai 548, dan 384 diantaranya perkara kasus perceraian

Rata-rata, kasus yang terjadi adalah cerai gugat atau permohonan cerai dari istri.

Baca juga: Kesetiaan Ariel NOAH Jika Menikahi BCL Diterawang Sosok Ini: Tak Ada Perceraian

Baca juga: Perceraian Bayangi Rumah Tangga Ayu Ting Ting dan Adit Jayusman, Ini Terawang Mbak You

Baca juga: Kiki Amalia Bongkar Rahasia di Balik Perceraian dengan Markus Horison, Nikita Mirzani Sampai Melongo

Sementara, untuk cerai talak, angkanya relatif lebih rendah dibandingkan dengan cerai gugat. 

"Ada 548 perkara, penceraian yang paling mendominasi karena faktor ekonomi. Untuk jumlah perceraian talak 93 perkara dan untuk gugat cerai sebanyak 291. Paling banyak perceraian di umur 27 tahun sampai 45 tahun," ujarnya.

Ia mengatakan Pengadilan Agama Rantau menerima lonjakan permohonan dispensasi kawin setelah batas usia pernikahan perempuan dinaikkan.

Namun, UU Perkawinan tetap mengatur izin pernikahan di bawah usia 19 tahun. Syaratnya, kedua orang tua calon mempelai meminta dispensasi ke pengadilan.

Baca juga: Psikologis El Rumi Terganggu di Masa Lalu, Ungkit Efek Perceraian Maia Estianty dan Ahmad Dhani

"Kalau mau menikah, pihak laki-laki dan perempuan harus berumur 19 tahun. Kalau umur dibawah 19 tahun harus ada dispensasi dari pengadilan, itu perkaranya yang masuk tahun ini ada 93 dispensasi. Paling muda di umur 16 tahun," ucapnya.

Fatmawati mengatakan untuk tingkat perceraian pasangan muda,  tidak banyak, sebabnya waktu di persidangan sebelum dapat dispensasi sudah dinasihati, orang tuanya juga sudah diarahkan agar bisa membina anak-anaknya," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/stan)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved