Breaking News:

Berita Banjarmasin

BPTKI Kalsel Dukung Program DMI Kalsel Wujudkan Pengelolaan Masjid Ramah Anak

Menciftakan masjid ramah anak menjadi salah satu program DMI Kalsel yang mendapat dukungan dari BPTKI Kalsel.

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Pertemuan silaturahmi BPTKI Kalsel dengan pengurus DMI Kalsel di sekretariat Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Rabu (13/1/2021), diantaranya membahas sinergi menciftakan masjid ramah anak 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menciptakan masjid ramah anak adalah salah satu program DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kalsel yang juga sangat didukung oleh Badan Pembina Taman Kanak-kanak Indonesia (BPTKI) Kalsel.

Perlunya masjid ramah anak ini menjadi salah satu perbincangan saat silaturahmi antara DMI Kalsel dan BPTKI Kalsel pada Rabu (13/1/2021) di Sekretariat DMI Kalsel, Komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.

Pihak DMI Kalsel yaitu dihadiri ketuanya HG (P) Rusdi Effendi AR beserta pengurus dan pihak BPTKI Kalsel dihadiri ketua umumnya Hj Jumiatini juga beserta pengurus.

"Maksud kedatangan kami adalah silaturahmi dan menjalin kerjasama, sesuai petunjuk dari pusat. Selain itu kami juga perlu petunjuk dan bimbingan DMI Kalsel," terang yang baru terpilih sebagai ketua periode 2021-2025.

Baca juga: DPC Partai Demokrat Banjarmasin Resmi Umumkan H Ibnu Sina Sebagai Kader Demokrat

Baca juga: Dinkes Kapuas Masih Tunggu Instruksi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Direncanakan Februari

Baca juga: Polda Kalteng Buka Penerimaan Calon Inspektur Polisi Lulusan Sarjana, Begini Cara Pendaftarannya

Ditambahkan Hj Siti Rohana, bendahara BPTKI Kalsel, setelah dilantik maka pihaknya akan membuat program, di antaranya manasik haji. Pelaksanaan sebelum haji atau sesudah haji.

Pihaknya juga ingin mengisi siaran radio mesjid Sabilal Muhtadin berisi kegiatan untuk anak-anak TK Islam. Selain itu jika ada mesjid ramah anak maka akan dimasukan di program BPTKI Kalsel.

"Intinya kami ingin bisa aktif berkegiatan yang sudah diprogramkan dan diharapkan BPTKI juga ada hingga kabupaten kota," terangnya, seraya mengatakan jika difasilitasi DMI, pihaknya ingin membentuk BPTKI Kabupaten dan Kota.

Rusdi, menanggapi, program yang sudah ada di BPTKI terus dilanjutkan, apa yang kurang ditambah, namun dalam kondisi ini tentunya ada keterbatasan.

DMI Kalsel diakui memang masih tertinggal, terutama dari infrastruktur antara lain Islamic Center, yang sekarang ini sangat seadanya, hanya sebuah ruangan yang terbatas.

"Kami sudah mengajukan juga ke pemerintah, agar ada dibangun gedung Islamic Center, sehingga memberikan kenyamanan dalam berbagai kegiatan keislaman, termasuk untuk kegiatan BPTKI," jelasnya.

Diakui, DMI ini tidak punya dana, walaupun ada dapat bantuan tapi sangat terbatas. Tapi dengan dana yang seadanya tetap bisa berjalan. DMI juga cukup terbantu dengan keberadaan bantuan dari Baznas.

"Saya sangat sedih, padahal banyak bangunan yang terbengkalai, baiknya kalau tidak digunakan pemerintah sebaiknya bisa diserahkan ke organisasi semisal ke DMI untuk dijadikan wadah Islamic Center yang lebih bagus lagi atau bisa untuk BPTKI," terangnya.

Dikatakan pula, DMI Kalsel akan mengadakan MoU dengan REI Kalsel agar setiap pembangunan perumahan ada fasilitas umum yakni mesjid. Diharapkan juga guru mengaji yang ada di kampung, mendapat perhatian.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved