Breaking News:

Korupsi Bansos

Korupsi Bansos, KPK Geledah Rumah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggeledah sebuah rumah di perumahan Prima Harapan Regency, Bekasi, Rabu (13/1/2021).

Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Anggota DPR RI dari DPIP Juliari Batubara dipanggil Presiden Jokowi di Istana Presiden Jakarta, Selasa (22/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan menteri sosial, Juliari Batubara memasuki babak baru.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggeledah sebuah rumah di perumahan Prima Harapan Regency, Bekasi, Rabu (13/1/2021).

"Dalam perkara dugaan korupsi di kemensos degan tersangka JPB (Juliari) dan kawan-kawan hari ini, (13/1/2020), penyidik kembali melakukan penggeledahan rumah di Prima Harapan Regency," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, rumah yang digeledah adalah milik Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin.

Baca juga: Gemetaran Saat Suntik Presiden Jokowi, Inilah Sosok Prof dr Abdul Muthalib

Baca juga: Fawahisah Mahabatan Terpilih Ketua Lembaga Ade Ogi Pagatan, Pesta Pantai Suguhkan Sesuatu Berbeda

Pepen pada hari ini dipanggil penyidik sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Penyidik telah menggeledah sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus suap bansos dalam beberapa hari terakhir.

Pada Selasa (12/1/2021), penyidik menggeledah dua rumah yang berada di Jalan Raya Hankam, Jakarta Timur, dan Perumahan Rose Garden di Bekasi.

Sementara, pada Senin (11/1/2021), penyidik mengamankan dokumen terkait penyediaan bantuan sosial dar kantor PT Mesail Cahaya Berkat dan PT Junatama Foodia.

Menteri Sosial Juliari Batubara saat memdberikan keterangan pers di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2019 di eks kantor Gubernur Kalsel, di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (19/12/19).
Menteri Sosial Juliari Batubara saat memdberikan keterangan pers di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2019 di eks kantor Gubernur Kalsel, di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (19/12/19). (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Dalam kasus ini, Juliari diduga telah menerima uang sebesar Rp 17 miliar yang kemudian digunakan untuk keperluan pribadinya.

Uang tersebut diduga didapat dari fee setiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial sebesar Rp 10.000 per paket bansos senilai Rp 300.000. S

elain Juliari, KPK telah menetapkan empat tersangka lain dalam kasus ini yaitu Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul kasus-suap-bansos-kpk-geledah-rumah-dirjen-perlindungan-dan-jaminan-sosial

Editor: M.Risman Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved