Breaking News:

Berita Nasional

Viral di Sosial Media, Kasus Anak Polisikan Ibu Kandung Berakhir Damai

Proses penandatanganan berkas pencabutan laporan dilakukan secara resmi di ruang pertemuan Kejaksaan Negeri Demak, Jawa Tengah Rabu (13/1/2021).

Editor: M.Risman Noor
(KOMPAS.COM/ARI WIDODO)
S (36) berpelukan dengan anaknya A (19) saat proses mediasi di Kantor Kejaksaan Negeri Demak Jawa Tengah , Rabu (13/1/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bersyukur berakhir dengan damai. Begitulah kasus ibu dilaporkan ke polisi oleh anak gadisnya yang beberapa hari terakhir ini membuat heboh masyarakat.

A (19) akhirnya mencabut laporan terhadap sang ibu S ( 36).

Proses penandatanganan berkas pencabutan laporan dilakukan secara resmi di ruang pertemuan Kejaksaan Negeri Demak, Jawa Tengah Rabu (13/1/2021).

Dalam suasana haru, A dan S dipertemukan oleh para mediator.

Baca juga: Pemecatan Evi Berujung Diberhentikannya Ketua KPU RI oleh DKPP

Baca juga: Update Kasus Covid-19 : Rekor Pecah Lagi, 11.278 Orang Positif Dalam Satu Hari

Masing-masing pihak menyampaikan permohonan maaf jika kasus mereka telah membuat gaduh baik di dunia maupun masyarakat pada umumnya.

Anak dan Ibu yang sempat menjadi 'bintang' perbincangan di media sosial tanah air tersebut mengakui, kasus yang terjadi merupakan sebuah kekhilafan.

"Dengan ini saya cabut laporan. Walau bagaimanapun juga dia ibu yang telah melahirkan saya dan mencintai saya," ucap A di hadapan Kepala Kejaksaan Negeri Demak, Kapolres Demak, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, kuasa hukum S dan disaksikan juga oleh puluhan awak media.

Sementara itu, sang ibu, S, sejak awal pertemuan dengan A sudah berurai air mata semakin tambah tersedu mendengar pernyataan anak sulungnya tersebut.

Baca juga: Korupsi Bansos, KPK Geledah Rumah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos

Sebelum menandatangani berkas pencabutan laporan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari ) Demak, Suhendra, bersyukur upaya penyelesaian perkara ibu dan anak selesai dengan damai.

"Penegakan hukum itu tidak harus diakhiri dengan hukuman. Bisa saja dengan restorasi justice, mengembalikan keadaan kembali seperti semula. Damai," ucap Suhendra.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved