Banjir di Kalsel
Tagar PrayforKalsel Trending di Twitter, Banjir di Kalsel Juga Disorot Ustadz Yusuf Mansur
tagar PrayforKalSel pun Trending di Twitter hari ini ersanding wafatnya Syekh Ali Jaber hingga Raffi Ahmad. Ini penanda Banjir di Kalsel hari ini
Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejumlah titik di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilanda banjir. Bahkan, tagar PrayforKalSel pun Trending di Twitter hari ini, Kamis (14/1/2021).
Bersanding dengan tagar-tagar lainnya seperti wafatnya Syekh Ali Jaber hingga Raffi Ahmad yang divaksin Covid-19, PrayforKalSel yang jadi penanda Banjir di Kalsel juga nangkring.
Berdasarkan penelusuran Banjarmasinpost.co.id dalam pencarian trending twitter, hingga berita ini dibuat sudah lebih dari 24 ribu twitt dari warganet yang mengarungi tagar PrayforKalsel atau #prayforKalSel.
Ya, seperti yang diposting Ustad Yusuf Mansur di instagramnya, Rabu (13/1/2021) kondisi Kalimantan Selatan tengah berduka akibat serangan bencana alam banjir.
Baca juga: Dampak Banjir di Kalsel, Kisah Tragis Seorang Warga Meninggal Dunia di Kecamatan Astambul Banjar
Baca juga: TERNYATA Bukan Covid-19 yang Buat Syekh Ali Jaber Meninggal, Yusuf Mansur: Sudah Negatif
“Dapat kabar dari Kalimantan.. yuk doain dan rajin2 doain semua se Nusantara, “ tulisnya si akun @yusufmansurnew, dilansir Banjarmasinpost.co.id, Kamis (13/1/2021).
Video banjir postingan Yusuf Mansur tertuliskan ‘PrayforPengaron’ merupakan salah satu nama daerah di Provinsi Kalimantan Selatan.
Hingga kini, video berdurasi 30 detik tersebut sudah ditonton sebanyak 142 ribu lebih warganet instagram.
Baca juga: Mengenang Syekh Ali Jaber, Cerita pada Raffi Ahmad Soal 2 Tahun Tak Pakai Hp Karena Istri Pencemburu
Dampak Banjir di Kalsel, Seorang Warga Meninggal Dunia di Astambul
Musibah banjir akibatkan satu orang meninggal dunia di Desa Danau Salak, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (14/01/2021).
Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, sekira pukul 11.25 WITA korban telah ditemukan, atas nama Sahidun (80).
Keluarga korban dan warga setempat kini tengah dalam kondisi berduka.
Pasalnya, selain dalam kondisi kawasan yang diterjang banjir kini ditambah satu orang warga meninggal dunia.
Pembakal Danau Salak, Ahmad SE ketika dikonfirmasi membenarkan perihal kabar duka tersebut.
"Iya benar, korban telah ditemukan, dalam kondisi sudah meninggal dunia," katanya.
Dikatakannya lebih lanjut, Sahidun beralamat di Desa Danau Salak RT 06 Rw 03, kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.
Warga Danau Salak RT 6 Kampung Jawa, M.Rizkiyannur ketika dikonfirmasi mengatakan korban ditemukan setelah pencarian dilakukan sejak malam..
"Ditemukan 100 meter dari rumah dalam kondisi telentang," katanya.
Sahidun, warga yang meninggal dunia ini beralamat di Desa Danau Salak RT 06 Rw 03, kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.
Dia jadi korban dampak Banjir di Kalsel.
Awal kisah, Rabu (13/01/2021 hujan deras dan banjir menerjang kawasan Danau Salak.
Sahidun tinggal di rumah, sementara istri sempat diungsikan.
"Pencarian dilakukan sejak pukul 23.00 WITA. Istrinya sudah mengungsi, saat dicari korban tak ketemu, hingga akhirnya sekira pagi ditemukannya," kata Pembakal Danau Salak, Ahmad SE.
Diduga Sahidun bertahan di rumah, hingga akhirnya meninggal dunia.
Ahmad mengatakan kondisi di sekitaran rumah korban memang rendah, kondisi terendam tak bisa dihindari.
Korban ditemukan dalam posisi telentang, sekira 100 meter dari rumah.
Warga setempat sempat heboh melakukan pencarian dan kini tengah berduka.
Musibah Banjir di Desa Danau Salak, tidak hanya ada warga yang meninggal dunia hanyut hingga 100 meter dari tempat tinggal, namun warga setempat juga tak kunjung dapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banjar.
Bahkan warga setempat secara mandiri mendirikan posko, dapur umum hingga bahan kebutuhan pokok.
Banjir sudah merendam Jalan A Yani km 51-52, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan selatan.
"Jalan tidak putus tapi tergenang, warga setempat sibuk turun mengarahkan pengguna jalan agar aman, air sudah sepaha orang dewasa dalamnya," ucap Pembakal Danau Salak, Ahmad SE.
Dia membeberkan, di Desa Danau Salak ada 6 RT yang terdampak banjir.
"Sekira 400 KK kebanjiran, 100 KK diantaranya mengungsi," bebernya..
Lantas bagaiman bantuan dari Pemkab Banjar? "Kami sudah kirimkan data tapi belum ada bantuan," tegasnya.
Bahkan, dikatakannya lebih lanjut, sebanyak 6 posko sudah didirikan di Desa Danau Salak itupun hasil mandiri warga setempat.
"Ini inisiatif sendiri, alakadarnya. Ini saya juga lagi di Martapura belanja kebutuhan pokok seperti telur, beras. Semua kebutuhan ini untuk masyarakat terdampak banjir," katanya.
Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri/Editor: Murhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/banjir-danau-salak.jpg)