Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Rumah dan Tempat Usaha Terendam Banjir, Pelaku Usaha Mikro Kecil di Banjarmasin Tak Bisa Berusaha

 Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Banjarmasin membuat banyak pengusaha UKM (Usaha Kecil Mikro) tak bisa menjalankan usahanya

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Etalase kios milik UKM di Banjarmasin terendam banjir. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Banjarmasin membuat banyak pengusaha UKM (Usaha Kecil Mikro) tak bisa menjalankan usahanya. 

Seiring hujan yang mengguyur pagi hingga malam, sudah dalam tiga hari terakhir terhenti aktifitas usaha UKM.

Seperti halnya Yawan, pedagang konveksi yang biasa berjualan di sejumlah pasar malam itu tak bisa berbuat banyak saat banjir.

"Lingkungan tempat tinggal saya terendam air. Banjir sudah mendekati teras rumah, sekitar lima jari lagi jarak permukaan air dengan lantai rumah," tukas warga Beruntung Jaya, Banjarmasin ini.

Baca juga: VIDEO Rumah Sewa Terendam Banjir, Santri Darussalam Mengungsi di Masjid Agung Al Karomah Martapura

Baca juga: Evakuasi Korban Banjir Kalsel, Ratusan Personel Sat Brimob dan Dit Polairud Polda Kalsel Diterjunkan

Yawan tak bisa mengangkut barang dagangan untuk berjualan, selain itu beberapa pasar malam juga tak buka karena sering hujan baik sore hingga malam. 

"Saya terpaksa mengungsikan anak dan istri ke rumah orangtua. Alhamdulillah rumah orangtua di lingkungan yang rendah genangannya," tukasnya, seraya mengatakan kehilangan omset harian sekitar Rp150 ribu.

Rahmat, warga Jl Hikmah Banua, mengungkapkan, tak hanya rumahnya yang terendam, tapi juga kios di depan rumahnya hancur.

"Etalase di kios depan rumah sampai hancur karena hempasan air yang dilintasi mobil yang lewat di tengah banjir," tukasnya.

Padahal etalase itu tempat dia memajang barang dagangan berupa kue-kue dan makanan. Ia pun  bingung, bagaimana mendapat penghasilan sementara alat usahanya hancur.

"Kue dan makanan itu titipan orang, saya hahya menjualkan dan mendapat keuntungan tak banyak," tandasnya 

Riyah, pengusaha rumah jahit di Jl Pramuka, juga tak bisa apa-apa tatkala air masuk ke ruang jahit yang merupakan tempat kerjanya bersama dua karyawati.

Baca juga: Banjir di Binuang Kabupaten Tapin, Anak-anak dan Wanita Hamil dan Usia Renta Prioritas Evakuasi

"Hari ini genangan air ke ruang jahit sudah setinggi 10 cm. Kami memindahkan alat kerja ke lantai yang lebih tinggi. Semua alat berjejalan, otomatis tak bisa kerja," katanya.

Riyah juga mengistirahatkan dua karyawatinya. Sementara pesanan jahitan yang mestinya per hari dua-tiga pakaian terselesaikan, saat ini tak ada yang selesai 

 Ia berharap hujan dan banjir segera reda, sehingga usaha bisa berjalan normal kembali. 

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved