Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Kalsel Dikepung Banjir, Permintaan Beras di Pasaran Meningkat Signifikan hingga 200 Persen 

H Ahur, pemilik agen beras Mitra Tani Banjarbaru, mengaku permintaan beras lebih banyak dari biasanya, bahkan sampai 200 persen. 

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Pedagang beras di Banjarbaru menyebut penjualan beras sejak banjir melanda Kalsel meningkat. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banjir yang saat ini terjadi hampir di sebagian wilayah Kalsel membuat kebutuhan sembako meningkat, salah satu yang tinggi kebutuhannya adalah beras. 

Ya, banyak masyarakat korban banjir yang diungsikan. Di pengungsian mereka mendapat konsumsi dari dapur umum. Wajar jika kebutuhan beras begitu besar. 

Sebagaimana Agus, karyawan perusahaan yang akan menyalurkan bantuan paket ke korban banjir, mengatakan, ia membeli beras puluhan karung. 

"Saya membeli 70 karung beras berat 5 kg," ujarnya. 

Baca juga: Banjir di Kalsel 2021, Bagikan Dua Ton Beras, Personel Polres HST Angkut Bantuan Pakai Perahu Karet

Baca juga: Stok Beras di Pasar Pelaihari Menipis, Diperkirakan Hanya Bertahan Dua Pekan Lagi

H Ahur, pemilik agen beras Mitra Tani Banjarbaru, mengaku permintaan beras lebih banyak dari biasanya, bahkan sampai 200 persen. 

"Peningkatan ini karena para pembeli sebagian besar adalah donasi yang ingin menyumbang bantuan kepada korban banjir," jelasnya. 

Permintaan di tokonya sangat banyak sekali  baik dari pihak perusahaan, instansi, masyarakat dan mahasiswa yang mengumpul sumbangan.

Harga jual beras sampai saat ini tetap seperti biasa. Bahkan ia tidak sempat melayani langganan yang meminta antar beras (para penjual eceran). 

Saat ini stok di toko masih bisa memenuhi. Namun untuk 3 hingga 7 hari mendatang,  stok pasti berkurang. 

Sementara pasokan dari petani lokal sangat berkurang, karena daerah penghasil padi di antaranya Rantau, Kandangan dan Barabai, Martapura dan Astambul, sudah tidak ada lagi beras," bebernya. 

Sedangkan wilayah Gambut, mesin penggiling padi banyak yang terendam, tentu memerlukan waktu untuk mengeringkan beras atau peralatan penggilingannya.

Mengantisipasi berkurangnya pasokan beras lokal, H Ahur, akan menambah pasokan beras dari Jawa yang biasa 4 kontainer akan ditambah menjadi 7 kontainer. 

Baca juga: Serapan Beras Lokal Capai 11.000 Ton, Bulog Kalsel Sebut Pasokan Normal

Pedagang beras eceran di Palam, Banjarbaru, Kursani, mengatakan, memang ada peningkatan permintaan beras, bahkan dengan jumlah banyak. 

"Harga tetap stabil, bahkan saya biasanya  menghabiskan jualan tiga karung dalam satu minggu, tapi sekarang ini dalam sehari sudah ludes dibeli," tandasnya.  (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved