Sport

Terinspirasi dari Sang Ayah, Atlet Takraw Kabupaten Kotabaru Ini Selalu Sumbangkan Medali

Atlet takraw Kabupaten Kotabaru Diani Linta Wahyu Ningtyas rutin latihan keras dan pasang target jadi kuncinya meraih prestasi.

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Atlet Takraw dari Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Diani Linta Wahyu Ningtyas. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Orangtua sering disebut sebagai guru pertama bagi anak-anaknya. Peran ayah dan ibu menjadi faktor penting yang akan membentuk karakter anak.

Maka tidak heran kalau anak biasanya akan meniru apapun yang dilakukan orangtua. Hal ini juga jelas terlihat dari anak-anak yang memilih untuk mengikuti karir orangtuanya.

Seperti yang dilakukan salah satu atlet Takraw dari Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Diani Linta Wahyu Ningtyas.

Perempuan yang biasa disapa Dede ini telah menggeluti olahraga sepak Takraw sejak Kelas VI Sekolah Dasar.

Baca juga: Hadapi Kejurprov Takraw di Tapin, Pelatih Kotabaru Pastikan Timya Siap

Baca juga: Btalk Sore Ini, Ungkap Sepak Terjang Atlet Sepak Takraw Kalimantan Selatan

Sosok ayah yang merupakan pelatih Sepak Takraw Kotabaru menjadi seseorang yang berperan penting dalam karirnya sebagai atlet.  

"Saya selalu diajak beliau saat setiap kali berangkat tanding," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (18/1/2021).

Karena ajakan ayahnya, Dede pun ikut bergabung latihan takraw selama tiga bulan.

Di bawah arahan ayahnya, Dede selalu melakukan latihan dengan serius. Mulai lari minimal 1,5 km setiap hari, sprint naik ke gunung hingga latihan sambil menggendong teman.

Berkat kerja kerasnya, ia pun lolos seleksi Porprov mewakili Kotabaru.

Baca juga: PON XX Papua Ditunda, Atlet Sepak Takraw Ini Sebut Keuntungan

Baca juga: POPDA Akan Digelar, Ini Yang Ditunggu Binpres Sepak Takraw Banjabaru

Hingga kini pun ia tetap memoles teknik melalui latihan rutin passing sampai 10 menit hingga drill tekong 50 sampai 100 kali. "Tidak jarang kita juga latih tanding bersama tim putra," kenangnya.

Kerja kerasnya terbayar, ia tidak pernah absen menyumbangkan medali bagi Kabupagten Kotabaru, mulai Porpov VII 2006 (perak), Porprov VIII 2010 (emas), Porprov IX (emas) dan Porprov X (emas).

Pengajar di SMPN 1 Pulau Laut Barat ini turut memberikan tips bagi yang ingin menjadi atlet.

"Ketika kita sudah memilih untuk menjadi atlet, harus lakukan secara maksimal. Latihan maksimal dan yang paling penting adalah harus punya target. Karena, hal itu bisa memacu kita untuk terus meningkatkan kemampuan kita," jelasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved